Kancah musik indie tanah air kembali digeliatkan oleh karya segar dari kancah independen Jawa Barat yang gaungnya beresonansi hingga ke ruang-ruang dengar penikmat musik di Malang Raya. Unit indie rock asal Garut, SAYENTIS, resmi meluncurkan amunisi terbaru mereka bertajuk “Ingin Selalu Benderang”. Tembang ini hadir sebagai single kedua sekaligus jembatan pembuka menuju peluncuran album penuh perdana mereka yang diberi judul “RESONANSI”.
Karya teranyar ini merangkum narasi universal tentang kontemplasi batin, pergulatan menjaga mimpi, hingga dinamika keraguan yang kerap menghampiri tiap individu. Pesan emosional tersebut diresapi dengan kuat, menjadikannya relevan bagi kawula muda dan penikmat musik lokal Malang yang akrab dengan lanskap musik reflektif dan penuh perenungan.
Eksplorasi Musikalitas dan Percakapan Batin
Dalam single “Ingin Selalu Benderang”, SAYENTIS membalut keresahan eksistensial melalui identitas musikal indie rock yang kokoh. Komposisi lagu dibuka oleh hentakan drum dinamis dari Azi, disusul raungan gema gitar Faruq serta jalinan lick bass presisi milik Ajie. Fondasi instrumental tersebut makin bertenaga dengan balutan vokal lembut dari Erdi, yang sukses menyalurkan kedalaman emosi di setiap bait liriknya.
Lagu ini tak sekadar menyoroti ambisi meraih impian, tetapi juga merekam proses humanis saat seseorang berdamai dengan ketakutan. Pertanyaan esensial seperti “bisakah sampai pada titik itu?” disajikan sebagai cerminan kegelisahan nyata yang sering dihadapi masyarakat urban di tengah ketidakpastian masa depan.
Sentuhan Reflektif Menuju Album “RESONANSI”
Menariknya, karya ini juga menyisipkan dimensi spiritualitas yang halus melalui konsep dialog batin. Relasi intrapersonal antara manusia dan jiwanya sendiri dijadikan ruang perenungan untuk menumbuhkan kembali keyakinan yang sempat goyah. SAYENTIS menawarkan perspektif bahwa keraguan bukanlah alasan untuk berbalik arah, melainkan pemantik harapan agar tetap melangkah.
Kehadiran single ini melanjutkan jejak rekam SAYENTIS setelah sebelumnya sukses melepas single pembuka bertajuk “Berakhir Disini” pada awal tahun 2025. Diskografi ini makin mempertegas posisi mereka sebagai grup musik yang menempatkan karya bukan cuma sebagai hiburan audio visual, melainkan medium refleksi perjalanan hidup.
Melalui “Ingin Selalu Benderang”, unit rock asal Garut ini kian memantapkan langkah menuju perilisan album penuh “RESONANSI”. Pesan tentang keberanian, proses, dan harapan yang mereka usung diyakini mampu memberi warna baru sekaligus menginspirasi ekosistem musik independen di berbagai daerah, termasuk bagi para pencinta musik alternatif di Malang Raya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post