JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris menggelar perhelatan tahunan Fête de l’Archipel 2026 pada 29 September hingga 5 Oktober 2026 di berbagai lokasi strategis Paris, Prancis. Ajang diplomasi ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengintegrasikan promosi seni-budaya dengan penguatan hubungan ekonomi, investasi, serta ekspansi industri kreatif nasional ke pasar Eropa.
Langkah taktis tersebut diambil seiring meningkatnya intensitas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor vital, mulai dari perdagangan, investasi hijau, pertahanan, hingga pariwisata.
Apresiasi Kemitraan Strategis dan Peluang Investasi
Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, menegaskan bahwa hubungan kemitraan multidimensi antara Jakarta dan Paris telah mencapai tingkat kedalaman dan kematangan yang signifikan. Hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak dekade 1950-an kini terus ditransformasikan menjadi Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) yang lebih substantif.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kemitraan Indonesia-Prancis telah mencapai tingkat kedalaman dan kematangan yang semakin tinggi. Kemitraan ini diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan,” ujar Mohamad Oemar.
Guna mengoptimalkan nilai ekonomi dari hubungan bilateral tersebut, KBRI Paris menggelar Indonesia-France Strategic Investment Forum sebagai bagian dari rangkaian Fête de l’Archipel 2026. Forum bisnis ini dirancang khusus untuk mempertemukan para pelaku usaha serta investor dari kedua negara, guna mengeksplorasi potensi investasi hijau dan kerja sama ekonomi bernilai tambah tinggi.
Ekspansi Ekonomi Kreatif di Paris Fashion Week
Selain diplomasi korporasi dan investasi, penguatan penetrasi pasar Eropa juga difokuskan pada sektor ekonomi kreatif dan industri berbasis budaya (soft power diplomacy). Melalui inisiatif Talent Indonesia, produk-produk kreatif serta estetik Nusantara berhasil menembus panggung bergengsi Paris Fashion Week yang berlangsung pada 2–5 Oktober 2026.
Kekayaan wastra Indonesia seperti kain tenun karya Tobatenun turut dipromosikan secara luas. Langkah ini dipandang efektif untuk memperluas cakupan ekspor produk kriya dan fesyen Indonesia ke pasar global yang bernilai tinggi.
Diplomasi Kebudayaan dan Pengakuan Global
Sisi kebudayaan Fête de l’Archipel 2026 dimeriahkan dengan pagelaran Malam Budaya Nusantara, Resepsi Diplomatik, serta pertunjukan seni tradisional. Dalam kesempatan tersebut, seni musik alat perkusif kolintang yang dibawakan oleh Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia tampil memukau di hadapan publik Prancis serta di Markas Besar UNESCO.
Penampilan instrumen tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi kebudayaan mendorong kolintang agar mendapatkan pengakuan resmi sebagai warisan budaya takbenda dunia dari UNESCO. Selain itu, kolaborasi budaya juga ditunjukkan lewat penampilan Tari Bali Puspa Mekar oleh asosiasi persahabatan Indonesia-Prancis, Sekar Jagat Indonesia.
Integrasi promosi kebudayaan dan ekspansi bisnis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan citra (brand awareness) Indonesia di kawasan Eropa, tetapi juga mampu mengerek arus modal asing (FDI) serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post