MOSKOW – Kementerian Luar Negeri Rusia melaporkan sebanyak 41 warga sipil tewas dan 274 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan pasukan Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia sepanjang sepekan terakhir.
Informasi tersebut disampaikan oleh Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia, Rodion Miroshnik. Ia bertugas sebagai pemantau dan pencatat berbagai dugaan kejahatan perang yang melibatkan pihak Kiev.
Ratusan Warga Sipil Menjadi Korban
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan diverifikasi oleh tim Miroshnik, total warga sipil yang terdampak serangan artileri kelompok nasionalis Ukraina dalam periode tujuh hari tersebut mencapai 315 orang.
Dari ratusan korban luka yang terdata, sembilan di antaranya dipastikan merupakan anak-anak di bawah umur. Jumlah korban diprediksi dapat terus bertambah seiring dengan proses verifikasi data di lapangan yang masih berjalan.
Intensitas Serangan Tinggi dan Peran Senjata Barat
Miroshnik mengungkapkan intensitas serangan pasukan Ukraina dalam sepekan terakhir tergolong sangat tinggi. Pihak militer Ukraina tercatat telah menembakkan sedikitnya 8.033 munisi yang mengarah langsung ke berbagai lokasi pemukiman dan fasilitas sipil di wilayah Rusia.
Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar persenjataan yang digunakan Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menargetkan warga sipil tersebut merupakan hasil produksi dan pasokan dari negara-negara Barat.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post