Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Langkah krusial ini ditandai dengan diterimanya Surat Presiden (Surpres) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Kamis lalu, yang menandai dimulainya transisi kepemimpinan di pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengonfirmasi penerimaan berkas tersebut dan menyatakan bahwa Badan Musyawarah (Bamus) DPR telah menugaskan Komisi III untuk menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap jenderal polisi bintang tiga tersebut. Seluruh fraksi di Komisi III menyepakati secara konsensus untuk memproses pergantian posisi nomor satu di Korps Bhayangkara ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Mengusung Visi “Polisi Bersama Rakyat”
Dalam pemaparannya di hadapan para legislator di Senayan, Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengusung agenda strategis bertajuk “Polisi Bersama Rakyat”. Visi ini menempatkan masyarakat sebagai pusat dari seluruh pelaksanaan tugas kepolisian, dengan fokus utama memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh penjosok Nusantara.
Langkah ini diambil guna memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian yang sempat berfluktuasi. Berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia pada Mei 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada di angka 60,5 persen. Angka ini menempatkan institusi kepolisian pada jajaran lembaga publik dengan tingkat kepercayaan yang memerlukan pembenahan signifikan.
Suyudi menegaskan bahwa perombakan kepemimpinan tidak berarti menghapus kebijakan yang telah berjalan. Ia berkomitmen untuk melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai di era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus berani mengidentifikasi dan membenahi berbagai kekurangan internal institusi.
Rekam Jejak Reserse dan Kepemimpinan di BNN
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini memiliki latar belakang yang kuat di bidang reserse kriminal. Sebelum menjabat sebagai Kepala BNN pada Agustus 2025, Suyudi telah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, serta jajaran pimpinan di Bareskrim Polri. Ia juga pernah memimpin kepolisian wilayah di tingkat resort, seperti Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Selama memimpin BNN, Suyudi dikenal mengedepankan pendekatan humanis berbasis kesehatan dan rehabilitasi dalam menangani penyalahgunaan narkotika, di samping memperkuat sinergi antarlembaga negara. Pengajuannya sebagai calon tunggal Kapolri ini membawa sang jenderal kembali ke jajaran elit kepolisian setelah sekitar satu tahun memimpin lembaga antinarkotika tersebut.
Tantangan Reformasi dan Transisi Kepemimpinan
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah sorotan publik yang tajam terkait penegakan hukum, keamanan dalam negeri, dan urgensi reformasi kelembagaan. Uji kelayakan di Komisi III DPR akan menjadi tolok ukur mendalam untuk menguji visi, integritas, dan kesiapan operasional Suyudi sebelum DPR memberikan persetujuan final dalam rapat paripurna.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah memimpin Korps Bhayangkara yang berkekuatan lebih dari 450.000 personel sejak Januari 2021. Diangkat pada era Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Listyo mempertahankan posisinya pada masa awal transisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak Oktober 2024, sebelum akhirnya estafet kepemimpinan ini kini diserahterimakan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post