Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang September lalu sempat diwarnai fluktuasi tajam hingga memicu kekhawatiran para pelaku pasar. Menanggapi koreksi teknis tersebut, lembaga riset dan analisis pasar modal Astronacci International menilai dinamika yang terjadi masih berada dalam garis proyeksi teknikal, di mana pergerakan indeks berhasil menutup dua titik krusial atau gap batas atas maupun bawah.
Pada penutupan perdagangan 28 September 2026, IHSG tercatat melemah 1,51% atau terdepresiasi 94,03 poin ke level 6.147,86. Penurunan ini sekaligus mengonfirmasi selesainya fase koreksi gelombang pendek setelah indeks sempat menyentuh level tertingginya pada awal bulan yang sama.
Dinamika Pembentukan Gap dan Realisasi Proyeksi Pasar
Founder Astronacci International, Asst Prof Dr Gema Goeyardi, menjelaskan bahwa pergerakan indeks sejauh ini sangat presisi mengikuti pemetaan metodologi Eye of Future. Saat IHSG masih bertengger di kisaran level 6.500 pada akhir Agustus 2026, teridentifikasi dua area penting yang menjadi target pergerakan harga, yakni gap atas di posisi 6.705 dan gap bawah di level 6.186.
Fase pertama penguatan terbukti ketika indeks melaju hingga menyentuh target gap atas di level 6.705 pada 9 September 2026, atau mencatatkan kenaikan sekitar 5,19%. Namun, usai target resisten tersebut terpenuhi, indeks berbalik arah dan mengalami koreksi teknis sebesar 7,83% menuju area batas bawah.
Tekanan jual yang terjadi menghantarkan IHSG hingga menyentuh level 6.186 pada 28 September 2026. Dengan tercapainya angka tersebut, area gap bawah resmi tertutup penuh, menandai berakhirnya rangkaian penyesuaian harga secara bertahap sepanjang bulan September.
Peluang Rebound Oktober dan Sektor Pilihan Investor
Meski IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam, para pemodal diimbau untuk tetap rasional dan tidak panik menghadapi volatilitas pasar. Penutupan area gap bawah justru memberikan ruang bagi pasar saham domestik untuk membentuk landasan konsolidasi baru yang lebih stabil.
Gema memproyeksikan bahwa pekan pertama Oktober akan menjadi titik balik (rebound) bagi pergerakan indeks. Momentum koreksi pasar modal dinilai dapat dimanfaatkan oleh para investor cerdas untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham berfundamental kuat.
Saat sinyal pembalikan arah mulai terkonfirmasi, rotasi modal diperkirakan akan mengalir ke beberapa sektor strategis. Pelaku pasar disarankan untuk mengarahkan fokus investasi pada sektor perbankan dan sektor energi yang diprediksi menjadi motor penggerak utama pemulihan IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post