MALANG TODAY – Tren berburu konten media sosial di jalur pendakian ekstrem kini memicu kekhawatiran serius bagi otoritas keselamatan. Fenomena pencari sensasi yang nekat menerobos zona bahaya gunung berapi demi dokumentasi visual dinilai makin mengancam nyawa, baik bagi pendaki itu sendiri maupun tim penyelamat yang bertugas.
Kreator konten dunia, seperti Jonathan Le Blanc, mengakui daya tarik luar biasa dari gunung berapi aktif. Saat mendaki Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, ia sempat merekam detik-detik mencekam ketika gas beracun dan abu vulkanik membumbung tinggi hingga memaksanya bergegas turun.
“Gunung berapi bisa menjadi objek yang sangat menarik untuk video karena menampilkan sesuatu yang jarang dilihat orang. Rasanya seperti berada di film berlatar lokasi berbahaya,” ujar Le Blanc. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya mematuhi aturan serta arahan pemandu lokal demi keselamatan.
Tragedi Maut dan Pengabaian Peringatan Bahaya
Namun, tidak semua pendaki memiliki kesadaran keselamatan yang sama. Di Gunung Dukono, insiden tragis terjadi ketika tiga wisatawan tewas usai mendaki hingga ke bibir kawah. Padahal, otoritas setempat telah memberlakukan larangan pendakian beberapa pekan sebelumnya akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa rombongan tersebut mengabaikan tanda bahaya demi mengincar konten media sosial. Berdasarkan data Perhimpunan Pemandu Gunung Indonesia, tercatat 116 orang tewas di kawasan pendakian sepanjang 2022 hingga pertengahan tahun ini, dengan 27 kematian di antaranya disebabkan langsung oleh erupsi gunung berapi.
Pertaruhan Nyawa Tim Penyelamat di Lapangan
Kecerobohan pendaki tidak hanya berdampak pada diri mereka sendiri, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan tim SAR. Petugas evakuasi, Agam Rinjani, menceritakan pengalaman beratnya saat mengevakuasi korban kecelakaan di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Agam menyoroti kebiasaan buruk sejumlah pendaki yang masih memprioritaskan gawai meski dalam situasi darurat. Dalam satu kesempatan evakuasi korban yang jatuh ke jurang sejauh 200 meter, hal pertama yang dicari korban justru ponselnya untuk merekam momen tersebut.
“Ketika Anda tidak memperhatikan keselamatan, dampaknya menyulitkan banyak pihak—keluarga, tim penyelamat, hingga petugas lainnya. Beban yang ditanggung menjadi sangat besar saat kecelakaan terjadi,” tegas Agam.
Dorongan Edukasi dan Wisata Berkelanjutan
Menanggapi fenomena ini, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, meminta para pembuat konten untuk lebih bijak. Ia mengimbau para pendorong tren di media sosial turut mengampanyekan tata cara berwisata yang aman dan bertanggung jawab di wilayah vulkanik.
“Kami ingin para influencer membantu mengampanyekan cara menikmati keindahan gunung secara bertanggung jawab. Jika Anda seorang pemburu gunung berapi, Anda harus memahami tanggung jawab keselamatan yang menyertainya,” pungkas Rita.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post