Ibu Kota Thailand Lumpuh Total Usai Diguyur Hujan Deras 48 Jam Nonstop
Ibu kota Thailand, Bangkok, mengalami kelumpuhan total setelah diguyur hujan deras selama 48 jam nonstop sejak Kamis (24/9/2026) sore. Curah hujan ekstrem yang mencatatkan angka hampir 300 milimeter tersebut merendam jalan-jalan utama, menenggelamkan kendaraan, serta melumpuhkan jalur transportasi massal dan aktivitas perekonomian warga di seluruh pelosok kota.
Menanggapi situasi darurat yang kian memburuk, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt secara resmi menetapkan status zona bencana untuk seluruh 50 distrik di ibu kota sejak Sabtu (26/9/2026). Langkah ini diambil guna mempermudah mobilisasi bantuan dan penanganan kedaruratan, mengingat banjir tidak hanya mengancam keselamatan jiwa tetapi juga merusak infrastruktur publik dan properti warga, terutama di kawasan sekitar kanal.
Aksi Borong Kebutuhan Pokok Terjadi di Berbagai Sudut Kota
Penetapan status zona bencana di seluruh wilayah Bangkok memicu gelombang kepanikan warga (panic buying). Warga berbondong-bondong menerjang genangan air setinggi pinggang demi mendatangi minimarket dan supermarket untuk memborong bahan makanan instan, air minum kemasan, obat-obatan, beras, telur, hingga susu. Langkah spekulatif ini dilakukan lantaran kekhawatiran masyarakat akan terputusnya jalur distribusi logistik dan potensi kelangkaan barang.
Guna mengantisipasi lonjakan harga dan tindakan penimbunan, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Thailand Suphajee Suthumpun menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memantau ketat ketersediaan bahan pokok di pasar. Pemerintah Thailand menjalin koordinasi erat dengan jaringan ritel grosir maupun eceran untuk mempercepat pasokan logistik ke wilayah terdampak, sembari menegaskan sanksi hukum berat bagi pihak yang memanfaatkan situasi dengan memainkannya harga.
Pemerintah Kerahkan Militer dan Siapkan Ratusan Tempat Pengungsian
Dalam merespons krisis ini, personel militer Thailand telah diterjunkan ke titik-titik banjir terparah untuk membantu evakuasi dan mendirikan dapur umum. Otoritas Metropolitan Bangkok (BMA) juga telah menyiagakan setidaknya 233 titik penampungan sementara dengan memanfaatkan gedung-gedung sekolah. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 4.200 warga telah mengungsi di fasilitas darurat tersebut.
Bencana banjir dilaporkan tidak hanya mengisolasi Bangkok, tetapi juga meluas ke puluhan wilayah provinsi lain di Thailand, seperti Nakhon Ratchasima, Chon Buri, Samut Prakan, hingga Ayutthaya. Mengetahui kondisi darurat nasional ini, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul memutuskan untuk mempercepat kunjungan kerjanya di London, Inggris, dan menginstruksikan manajemen penanganan bencana terpadu lintas sektor secara langsung dari jarak jauh.
Badan Meteorologi Thailand memprakirakan intensitas curah hujan tinggi masih berpotensi mengguyur kawasan ibu kota dan sekitarnya hingga Senin (28/9/2026) malam, sehingga imbauan kewaspadaan tingkat tinggi terus disuarakan kepada seluruh masyarakat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post