Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Bangkok Lumpuh Total Diterjang Banjir Usai Diguyur Hujan Nonstop Dua Hari/Menjembatani Barat dan Timur Lewat Fenomena Budaya Fan dalam Ekosistem Fashion Hui/Inggris Tunjuk Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027/Sisi Gelap Bisnis Kamar Penjara dan Lemahnya Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan/Algoritma Media Sosial dan Wajah Baru Industri Musik Digital: Saat FYP Menentukan Hits Masa Kini/Musisi Muda Malang Satchi Ungkap Makna Sayang Lewat Tembang Anyar/BPJS Kesehatan Terancam Defisit, Pemerintah Pacu Strategi Penyehatan Finansial Hingga 2027/Revolusi Run-DMC Lewat Album Debut yang Memutus Trah Disko demi Suara Asli Hip-Hop/Penyebab Tragis Korban Gempa NTT Justru Meninggal Massal di Pengungsian/Warga Prancis Desak Aksi Iklim Hadapi Musim Panas Ekstrem/Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia, PM Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Kehilangan Tokoh Besar/Ratusan Aktivis Tuntut Penghapusan Bulu Hewan di Milan Fashion Week/Saham GoTo dan MNC Group Anjlok di Bawah Rp50, Titik Terendah Baru Pasar Saham Domestik/Raja Maroko Kecam Serangan Houthi ke Fasilitas Sipil Arab Saudi/Prigen Coffee Fest 2026 Siap Digelar demi Genjot Potensi Kopi Lokal dan UMKM Pasuruan/
Bangkok Lumpuh Total Diterjang Banjir Usai Diguyur Hujan Nonstop Dua Hari/Menjembatani Barat dan Timur Lewat Fenomena Budaya Fan dalam Ekosistem Fashion Hui/Inggris Tunjuk Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027/Sisi Gelap Bisnis Kamar Penjara dan Lemahnya Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan/Algoritma Media Sosial dan Wajah Baru Industri Musik Digital: Saat FYP Menentukan Hits Masa Kini/Musisi Muda Malang Satchi Ungkap Makna Sayang Lewat Tembang Anyar/BPJS Kesehatan Terancam Defisit, Pemerintah Pacu Strategi Penyehatan Finansial Hingga 2027/Revolusi Run-DMC Lewat Album Debut yang Memutus Trah Disko demi Suara Asli Hip-Hop/Penyebab Tragis Korban Gempa NTT Justru Meninggal Massal di Pengungsian/Warga Prancis Desak Aksi Iklim Hadapi Musim Panas Ekstrem/Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia, PM Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Kehilangan Tokoh Besar/Ratusan Aktivis Tuntut Penghapusan Bulu Hewan di Milan Fashion Week/Saham GoTo dan MNC Group Anjlok di Bawah Rp50, Titik Terendah Baru Pasar Saham Domestik/Raja Maroko Kecam Serangan Houthi ke Fasilitas Sipil Arab Saudi/Prigen Coffee Fest 2026 Siap Digelar demi Genjot Potensi Kopi Lokal dan UMKM Pasuruan/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Penyebab Tragis Korban Gempa NTT Justru Meninggal Massal di Pengungsian

by BBC Indonesia
September 28, 2026
Penyebab Tragis Korban Gempa Ntt Justru Meninggal Massal Di Pengungsian

Penyebab Tragis Korban Gempa Ntt Justru Meninggal Massal Di Pengungsian

FLORES — Lebih dari satu bulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026, krisis kemanusiaan di lokasi pengungsian justru kian memprihatinkan. Jumlah korban jiwa pascabencana tercatat melampaui angka kematian akibat dampak langsung gempa.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) per 27 September 2026, total korban meninggal dunia mencapai 156 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan. Namun, 107 korban lainnya dilaporkan meninggal dunia saat bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Kelompok Rentan Domina Angka Kematian Pascabencana

Data BPBD menunjukkan mayoritas penyintas yang meninggal di pengungsian berasal dari kelompok rentan, terutama lansia yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Kematian juga menimpa warga usia produktif, anak-anak, hingga bayi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban meninggal di pengungsian dipicu komplikasi penyakit bawaan yang memburuk akibat kondisi lingkungan yang tidak memadai.

Pola penyebab kematian di kamp pengungsian terbagi menjadi tiga kategori utama:

1. Pemburukan penyakit kronis akibat terhentinya akses pengobatan dan perawatan rutin.
2. Tekanan mental, syok, serta trauma psikologis mendalam akibat gempa susulan berkepanjangan.
3. Penyakit infeksi baru yang timbul di lingkungan pengungsian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, diare, dan dehidrasi berat.

Kondisi Pengungsian Memprihatinkan: Cuaca Ekstrem dan Sanitasi Buruk

Ribuan warga hingga kini masih bertahan di bawah tenda terpal di lapangan terbuka. Para penyintas harus berhadapan dengan sengatan suhu panas dan terpaan debu pada siang hari, serta suhu dingin yang menusuk pada malam hari.

Di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar 830 jiwa atau 243 kepala keluarga menggantungkan hidup pada fasilitas yang sangat terbatas. Lokasi tersebut hanya dilengkapi sekitar 15 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Keterbatasan ini memaksa sebagian pengungsi buang hajat di area terbuka, seperti pegunungan atau pesisir pantai.

Selain sanitasi, ketersediaan air bersih menjadi kendala kritis. Di beberapa posko terpusat, satu tandon air berkapasitas 3.000 liter harus dibagi untuk ratusan warga. Kondisi lingkungan yang minim tempat sampah, tempat penyimpanan air terbuka, serta paparan debu telah memicu lonjakan kasus diare, ISPA, dan penyakit kulit pada anak-anak maupun lansia.

Masalah lain muncul dari pemenuhan gizi. Pasokan makanan yang didominasi mie instan dan telur dinilai tidak mendukung kebutuhan medis penyintas penderita penyakit kronis, sehingga mempercepat penurunan kondisi fisik mereka.

Layanan Kesehatan Lumpuh dan Akses Terisolasi

Penanganan kesehatan pengungsi kian berat lantaran banyaknya fasilitas medis yang rusak. Di Kabupaten Nagekeo, pelayanan RSUD Aeramo terpaksa dipindahkan sepenuhnya ke tenda darurat setelah 80 persen bangunan utamanya dinyatakan tidak layak pakai. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, hingga Unit Perawatan Intensif (ICU) beroperasi dengan peralatan terbatas dan mengandalkan tabung oksigen manual.

Kondisi serupa terjadi di tingkat Puskesmas. Kerusakan bangunan, minimnya kendaraan operasional, serta keterbatasan tenaga medis membuat warga di daerah terpencil kesulitan mendapatkan pengobatan berkala. Di Kecamatan Lambaleda Utara, misalnya, hanya ada satu dokter umum yang harus melayani belasan desa terdampak.

Evaluasi Manajemen Kebencanaan

Tingginya angka kematian di lokasi pengungsian mendapat sorotan dari Pakar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno. Ia menegaskan bahwa kematian penyintas pascabencana tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar.

“Kita tidak boleh permisif atas kematian itu. Dengan alasan apa pun, misalnya lansia atau memiliki penyakit bawaan, hal itu tetap tidak bisa dimaklumi. Penanganan kelompok rentan harus menjadi evaluasi mendasar dari penerapan standar minimum pengelolaan pengungsi,” tegas Eko.

Eko mendesak pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan posko medis, tidak hanya terfokus pada kamp pengungsian utama tetapi juga mencakup kantong-kantong pengungsian mandiri. Penanganan jangka pendek yang mendesak meliputi penataan sanitasi, penyediaan air bersih, dan distribusi layanan kesehatan mobile, sebelum percepatan transisi menuju hunian sementara dilaksanakan.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Bangkok Lumpuh Total Diterjang Banjir Usai Diguyur Hujan Nonstop Dua

Bangkok Lumpuh Total Diterjang Banjir Usai Diguyur Hujan Nonstop Dua Hari

by Malang Today
September 28, 2026

Bangkok lumpuh total akibat banjir deras setelah diguyur hujan 48 jam nonstop. Simak kondisi terkini dan dampak lumpuhnya lalu lintas...

Menjembatani Barat Dan Timur Lewat Fenomena Budaya Fan Dalam Ekosistem

Menjembatani Barat dan Timur Lewat Fenomena Budaya Fan dalam Ekosistem Fashion Hui

by Malang Today
September 28, 2026

Jelajahi keindahan busana Hui yang menjadikan kipas sebagai jembatan budaya Barat dan Timur dalam panggung fashion modern yang memukau.

Inggris Tunjuk Manchester Jadi Tuan Rumah Ktt G20 2027

Inggris Tunjuk Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027

by Malang Today
September 28, 2026

Inggris resmi menunjuk Manchester sebagai tuan rumah KTT G20 2027 untuk memperkuat ekonomi serta posisi diplomasinya di panggung dunia.

Sisi Gelap Bisnis Kamar Penjara Dan Lemahnya Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan

Sisi Gelap Bisnis Kamar Penjara dan Lemahnya Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan

by Malang Today
September 28, 2026

Simak fakta mencengangkan di balik praktik jual beli kamar penjara dan jaringan bisnis gelap yang terjadi di dalam sel tahanan...

Bpjs Kesehatan Terancam Defisit Pemerintah Pacu Strategi Penyehatan Finansial Hingga

BPJS Kesehatan Terancam Defisit, Pemerintah Pacu Strategi Penyehatan Finansial Hingga 2027

by Malang Today
September 28, 2026

Pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk menyehatkan BPJS Kesehatan hingga 2027 guna menjamin keberlanjutan layanan medis warga.

Warga Prancis Desak Aksi Iklim Hadapi Musim Panas Ekstrem

Warga Prancis Desak Aksi Iklim Hadapi Musim Panas Ekstrem

by Xinhua News
September 28, 2026

Warga Prancis menyuarakan aksi perubahan iklim guna mengatasi gelombang musim panas tak biasa yang kini mengancam wilayah mereka.

Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia Pm Anwar Ibrahim Sebut Malaysia

Istri Mahathir Mohamad Meninggal Dunia, PM Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Kehilangan Tokoh Besar

by Malang Today
September 28, 2026

Istri Mahathir Mohamad meninggal dunia, PM Anwar Ibrahim sebut Malaysia sangat kehilangan sosok Siti Hasmah yang amat berjasa bagi bangsa.

Ratusan Aktivis Tuntut Penghapusan Bulu Hewan Di Milan Fashion Week

Ratusan Aktivis Tuntut Penghapusan Bulu Hewan di Milan Fashion Week

by Malang Today
September 28, 2026

Ratusan demonstran penuhi Milan Fashion Week suarakan aksi anti-bulu hewan demi fesyen berkelanjutan. Simak liputan lengkapnya di sini!

Saham Goto Dan Mnc Group Anjlok Di Bawah Rp50 Titik

Saham GoTo dan MNC Group Anjlok di Bawah Rp50, Titik Terendah Baru Pasar Saham Domestik

by Malang Today
September 28, 2026

Harga saham GoTo dan MNC Group anjlok hingga di bawah Rp50. Simak analisis dampak tren gocap ini bagi para investor...

Raja Maroko Kecam Serangan Houthi Ke Fasilitas Sipil Arab Saudi

Raja Maroko Kecam Serangan Houthi ke Fasilitas Sipil Arab Saudi

by Malang Today
September 28, 2026

Raja Maroko Mohammed VI mengecam keras serangan militer Houthi ke fasilitas sipil Saudi dan menegaskan dukungan penuh bagi Kerajaan Arab...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

5561
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.