MANCHESTER – Pemerintah Inggris resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 ke-22 yang akan berlangsung di kota Manchester pada 27 hingga 28 November 2027 mendatang. Forum diplomasi ekonomi terbesar di dunia ini diproyeksikan menjadi momentum krusial untuk memperkuat stabilitas perekonomian global di tengah ketidakpastian dinamika internasional.
Perhelatan puncak yang berpusat di Manchester Central Convention Centre tersebut akan dihadiri para kepala negara dan kepala pemerintahan dari negara-negara anggota G20, termasuk Indonesia, serta perwakilan dari Uni Eropa dan Uni Afrika. Ribuan diplomat dan delegasi organisasi internasional juga dijadwalkan memadati pusat kota Manchester untuk menghadiri agenda strategis ini.
Jangkau Seluruh Wilayah dan Perkuat Ekonomi Global
Selain gelaran KTT utama di Manchester, Pemerintah Inggris telah merancang rangkaian pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja yang akan tersebar di berbagai wilayah sepanjang tahun 2027. Pendekatan ini diambil agar dampak ekonomi serta keterlibatan publik dari Presidensi G20 dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri.
Sebagai forum utama kerja sama ekonomi internasional, G20 merepresentasikan kekuatan yang amat signifikan. Gabungan seluruh anggotanya menguasai sekitar 85 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global, 75 persen transaksi perdagangan internasional, serta mencakup dua pertiga dari populasi dunia.
Inggris terakhir kali memegang Presidensi G20 pada tahun 2009 silam. Kala itu, para pemimpin dunia berhasil menyepakati kucuran dana tambahan senilai 1,1 triliun dolar AS untuk memulihkan arus kredit, menstimulus pertumbuhan ekonomi, serta membuka lapangan kerja baru pascakrisis keuangan global.
First Secretary of State Pemerintah Inggris, Louise Haigh, menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah ini merupakan ajang pembuktian potensi nasional. “Menjadi tuan rumah G20 di Manchester akan menjadi kesempatan emas untuk menampilkan berbagai hal terbaik yang ditawarkan oleh masyarakat dan industri Inggris dari seluruh penjuru negeri,” ujar Haigh.
Momentum Mempererat Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Presidensi Inggris pada 2027 mendatang juga dipandang sebagai pijakan penting untuk memperdalam hubungan ikatan bilateral, khususnya dalam memperkuat Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia. Hubungan diplomasi kedua negara terus menunjukkan tren positif pasca-kesuksesan Indonesia menyelenggarakan KTT G20 Bali pada 2022 lalu.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasinya atas keramahtamahan Indonesia saat memegang kepemimpinan forum tersebut. Menurutnya, kini saatnya Inggris membalas sambutan hangat yang pernah diterima di Bali.
“Indonesia telah menyambut Inggris dan dunia dengan sangat hangat di Bali pada Presidensi G20 tahun 2022. Tahun depan, giliran kami membalas keramahtamahan tersebut seiring Inggris dan Manchester menyambut delegasi Indonesia,” kata Jermey.
Jermey menambahkan bahwa Kepemimpinan Inggris di G20 akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas kolaborasi konkret dengan Pemerintah Indonesia. Bidang-bidang prioritas yang disasar mencakup pertumbuhan dan ketahanan ekonomi, sektor keamanan dan perdamaian, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan.
“Langkah ini penting untuk melanjutkan kerja sama di berbagai sektor kunci, sekaligus bersama-sama mengatasi tantangan global dan menciptakan peluang nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kedua negara,” pukas Jermey.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post