JAKARTA — Tokoh bangsa, seniman legendaris, sekaligus politisi senior, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra, resmi dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Kepergian putra bungsu dari Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno dan Ibu Fatmawati ini menandai berakhirnya rekam jejak panjang seorang maestro yang memberi kontribusi signifikan pada industri kreatif, ekonomi budaya, serta panggung politik nasional selama lebih dari tiga dekade.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat pada pukul 15.00 WIB, dihadiri oleh keluarga besar Trah Soekarno, jajaran pejabat pemerintah, pelaku industri seni, serta tokoh-tokoh politik nasional. Ketiga kakak kandung almarhum, yakni Guntur Soekarnoputra, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri, tampak hadir mendampingi hingga pelepasan terakhir di liang lahat.
Dikebumikan di Samping Makam Sang Ibunda
Pusara almarhum Guruh Soekarnoputra ditempatkan di Blad 07 Blok AAI TPU Karet Bivak. Area pemakaman tersebut berada tepat bersisian dengan makam sang kakak, M. Taufan Soekarnoputra, serta berada dalam satu kompleks dengan makam Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarnoputri.
Rangkaian prosesi diawali dari kedatangan rombongan jenazah sekitar pukul 13.35 WIB selepas salat Zuhur. Sebelum jenazah diturunkan, riwayat hidup dan rekam jejak almarhum dibacakan oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike, dilanjutkan dengan pidato pelepasan resmi mewakili keluarga besar yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Sejumlah pejabat publik dan tokoh lintas sektor turut memberikan penghormatan terakhir di lokasi, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Hukum dan HAM periode 2014–2024 Yasonna Laoly, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Warisan Industri Kreatif dan Pengabdian Politik
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh Soekarnoputra mencatatkan kontribusi besar dalam modernisasi seni pertunjukan di Tanah Air. Di sektor industri kreatif dan seni budaya, ia dikenal sebagai pelopor yang memadukan unsur tradisional Nusantara dengan gaya pertunjukan modern yang bernilai ekonomis dan berstandar tinggi.
Melalui berbagai wadah kreatif yang didirikannya—seperti Swara Maharddhika, GSP (Gencar Semarak Perkasa) Production, hingga grup musik eksperimental legendaris Guruh Gipsy—almarhum berhasil menggerakkan ekosistem pertunjukan kolosal, musik, dan koreografi di Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya menjadi aset budaya, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan ekonomi berbasis kebudayaan nasional.
Di luar rekam jejaknya di industri kreatif, Guruh juga mendedikasikan hidupnya di panggung politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selama beberapa periode, yakni 1992–1997 dan 1999–2024. Dedikasi konsisten di bidang legislatif dan kebudayaan menegaskan perannya sebagai salah satu figur penting dalam menjaga kepribadian ekonomi dan budaya bangsa.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post