Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Kondisi Kesehatan Guruh Soekarnoputra Kritis, Pihak Keluarga Buka Suara/Pengamat Wanti-wanti Konsekuensi Konstitusi Jika Wacana Pemisahan Pileg dan Pilpres Direalisasikan/Disambangi KPK, Pemkab Malang Janji Perketat Pengawasan dan Jaga Pemerintahan Bersih/PrismML Boyong Model Bahasa Kecil ke Kacamata Pintar Bertenaga Qualcomm/IHSG Anjlok usai Sempat Menguat, Tiga Saham Ini Justru Melonjak Tembus Batas ARA/Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya, Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat Karhutla/Protes Keras, Delegasi Indonesia Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang PBB/Danantara dan Perusahaan Prancis Thales Garap Investasi Pertahanan Berbasis AI/Saham HEXA Memasuki Cum Dividen Hari Ini, Siap Tebar Imbal Hasil ke Pemegang Saham Oktober Mendatang/Eksplorasi Perpisahan Emosional, mpq Gaet Nabila Hanina di Singel Goodbye Everest/Polres Probolinggo Rangkul Kades Jaga Kondusivitas Kamtibmas Menjelang Pilkades 2027/Ekspansi Cepat Waymo: Mengupas Lonjakan Armada Mobil Tanpa Sopir Lewat Data Utama/Krisis Gas Paksa Eropa Kembali Buru Batu Bara Hingga Harga Melonjak/Aksi Syuting Bawa Tank Bikin Geger, Warga Langsung Keluar Rumah Sambil Menenteng Senapan/IHSG Anjlok 1,2 Persen Tertekan Tundukan Rupiah dan Lonjakan Yield Obligasi AS/
Kondisi Kesehatan Guruh Soekarnoputra Kritis, Pihak Keluarga Buka Suara/Pengamat Wanti-wanti Konsekuensi Konstitusi Jika Wacana Pemisahan Pileg dan Pilpres Direalisasikan/Disambangi KPK, Pemkab Malang Janji Perketat Pengawasan dan Jaga Pemerintahan Bersih/PrismML Boyong Model Bahasa Kecil ke Kacamata Pintar Bertenaga Qualcomm/IHSG Anjlok usai Sempat Menguat, Tiga Saham Ini Justru Melonjak Tembus Batas ARA/Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya, Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat Karhutla/Protes Keras, Delegasi Indonesia Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang PBB/Danantara dan Perusahaan Prancis Thales Garap Investasi Pertahanan Berbasis AI/Saham HEXA Memasuki Cum Dividen Hari Ini, Siap Tebar Imbal Hasil ke Pemegang Saham Oktober Mendatang/Eksplorasi Perpisahan Emosional, mpq Gaet Nabila Hanina di Singel Goodbye Everest/Polres Probolinggo Rangkul Kades Jaga Kondusivitas Kamtibmas Menjelang Pilkades 2027/Ekspansi Cepat Waymo: Mengupas Lonjakan Armada Mobil Tanpa Sopir Lewat Data Utama/Krisis Gas Paksa Eropa Kembali Buru Batu Bara Hingga Harga Melonjak/Aksi Syuting Bawa Tank Bikin Geger, Warga Langsung Keluar Rumah Sambil Menenteng Senapan/IHSG Anjlok 1,2 Persen Tertekan Tundukan Rupiah dan Lonjakan Yield Obligasi AS/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya, Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat Karhutla

by BBC Indonesia
September 25, 2026
Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat

Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat

PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan Tengah kian memprihatinkan. Kepungan kabut asap pekat tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu ratusan penerbangan, tetapi juga mengancam keselamatan kelompok rentan seperti lansia, ibu menyusui, dan bayi yang kini harus berjuang bertahan hidup di tengah kualitas udara yang masuk kategori berbahaya.

Kondisi di lapangan menunjukkan jarak pandang di sejumlah titik menyusut hingga hanya 100 meter. Langit tampak berwarna jingga pekat akibat paparan partikel asap gambut. Konsentrasi PM2.5 di Kota Palangka Raya bahkan sempat menembus angka 501,9 µg/m³, angka yang melampaui batas sangat berbahaya dan beracun bagi kesehatan manusia.

Perjuangan Kelompok Rentan di Garis Depan Karhutla

Kondisi mencekik ini dirasakan langsung oleh Salasiah (60), putrinya Ilma Nailah Anjely (26), dan cucunya Idham Fatih yang baru berusia enam bulan. Ketiganya tinggal di kawasan Jalan Hiu Putih Lanjutan, Palangka Raya—lokasi yang berbatasan langsung dengan lahan gambut terbakar.

Hampir satu bulan penuh, keluarga ini hidup dalam kecemasan tinggi. Api terus mengintai area pekarangan dan bangunan di belakang rumah mereka, seperti bekas kandang ayam dan sarang walet.

“Kami tidak pernah bisa tidur nyenyak. Kadang malam-malam harus bangun mengecek ke belakang karena takut api tiba-tiba membesar,” ungkap Ilma.

Untuk bertahan, Salasiah dan Ilma terpaksa berbagi peran. Sang ibu yang tergolong lansia terpaksa menyiram titik api kecil secara mandiri dengan ember menimba dari kolam bekas ikan, sementara Ilma fokus menjaga sang bayi di dalam ruangan sambil terus memberikan ASI agar bayinya tidak terdehidrasi akibat paparan asap.

Fasilitas Kesehatan ‘Jemput Bola’ Sangat Dinantikan

Paparan asap secara terus-menerus mulai menurunkan kondisi fisik warga. Salasiah mengaku sering mengalami sesak napas, pusing, hingga kenaikan tekanan darah akibat stres dan kelelahan fisik memadamkan api. Sementara itu, bayi Idham mulai menunjukkan gejala gelisah dan batuk akibat udara pengap di dalam rumah.

Akses menuju fasilitas kesehatan terdekat yang berjarak sekitar lima kilometer terasa sulit dijangkau karena harus menembus kabut asap yang tebal. Warga berharap adanya tim medis yang turun langsung ke pemukiman untuk memberikan layanan kesehatan door-to-door.

“Kami sangat membutuhkan posko kesehatan atau pemeriksaan medis yang mendatangi rumah-rumah warga. Sebagian besar warga di sini terdampak langsung dan ruang geraknya sangat terbatas,” ujar Salasiah.

Tekanan warga kian bertambah ketika pemadaman listrik berkala terjadi. Tanpa aliran listrik, alat penyaring udara (air purifier) dan kipas angin tidak dapat beroperasi, menyebabkan kabut asap masuk tanpa terfilter ke dalam rumah.

Relawan Keterbatasan Bahan Bakar, Operasi Udara Terkendala

Di sudut lain, para petugas dan relawan pemadam kebakaran terus berjibaku di lapangan. Kendati demikian, karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah membuat api mudah kembali menyala saat tertiup angin kencang.

Ramadhan Noverian Belmin, relawan dari BPK Hiu Putih, menyampaikan bahwa karhutla tahun ini jauh lebih parah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Selain medan yang sulit dijangkau, kendala utama relawan terletak pada keterbatasan pasokan bahan bakar untuk mesin pompa air.

“Jatah bensin harian sering kali habis untuk operasional tiga jam saja. Kalau api belum padam, kami terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membeli BBM tambahan agar pemadaman bisa berlanjut,” kata Ramadhan.

Upaya pemadaman dari udara (water bombing) serta teknologi modifikasi cuaca juga menemui jalan buntu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa helikopter pemadam sulit beroperasi akibat jarak pandang yang sangat minim, sementara potensi awan hujan untuk disemai tercatat sangat rendah.

Kasus ISPA Melonjak dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Dampak kesehatan akibat bencana karhutla ini tercatat sangat masif. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah terdampak karhutla mencapai lebih dari 174 ribu kasus sepanjang Agustus hingga September, dengan puluhan ribu korban di antaranya merupakan balita.

Sektor pendidikan pun tak luput dari dampak buruk ini. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di wilayah Kalimantan Tengah menghadapi kendala serius, terutama di kawasan pelosok yang minim sinyal internet dan pasokan listrik.

Sektor transportasi udara turut lumpuh. Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya 409 penerbangan di wilayah Kalimantan terdampak akibat penurunan jarak pandang ekstrem di beberapa bandara utama, seperti Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda. Mayoritas penerbangan mengalami pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan rute.

Di tengah kepungan bencana yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, warga terdampak kini hanya memiliki satu harapan dasar yang mendesak: pulihnya kualitas udara bersih agar kehidupan dapat kembali berjalan normal.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Kondisi Kesehatan Guruh Soekarnoputra Kritis Pihak Keluarga Buka Suara

Kondisi Kesehatan Guruh Soekarnoputra Kritis, Pihak Keluarga Buka Suara

by Malang Today
September 25, 2026

Guruh Soekarnoputra dilaporkan kritis. Pihak keluarga meminta doa masyarakat Indonesia untuk kesembuhan putra bungsu Bung Karno ini.

Pengamat Wanti Wanti Konsekuensi Konstitusi Jika Wacana Pemisahan Pileg Dan Pilpres

Pengamat Wanti-wanti Konsekuensi Konstitusi Jika Wacana Pemisahan Pileg dan Pilpres Direalisasikan

by Malang Today
September 25, 2026

Wacana pemisahan Pileg dan Pilpres menuai sorotan. Pengamat ingatkan adanya konsekuensi konstitusional serius terkait dinamika politik ini.

Ihsg Anjlok Usai Sempat Menguat Tiga Saham Ini Justru Melonjak

IHSG Anjlok usai Sempat Menguat, Tiga Saham Ini Justru Melonjak Tembus Batas ARA

by Malang Today
September 25, 2026

IHSG terkoreksi tajam usai sempat menguat, namun tiga saham ini justru melonjak hingga menyentuh batas ARA. Simak ulasan lengkapnya di...

Protes Keras Delegasi Indonesia Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato

Protes Keras, Delegasi Indonesia Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang PBB

by Malang Today
September 25, 2026

Delegasi Indonesia tegas walk out saat PM Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato di Sidang Majelis Umum PBB sebagai aksi protes.

Danantara Dan Perusahaan Prancis Thales Garap Investasi Pertahanan Berbasis Ai

Danantara dan Perusahaan Prancis Thales Garap Investasi Pertahanan Berbasis AI

by Malang Today
September 25, 2026

Danantara dan Thales asal Prancis resmi meneken MoU untuk dorong investasi strategis serta pengembangan AI di sektor pertahanan Indonesia.

Saham Hexa Memasuki Cum Dividen Hari Ini Siap Tebar Imbal

Saham HEXA Memasuki Cum Dividen Hari Ini, Siap Tebar Imbal Hasil ke Pemegang Saham Oktober Mendatang

by Malang Today
September 25, 2026

Saham HEXA memasuki tanggal cum dividen hari ini dengan jadwal pembayaran Oktober 2024, simak estimasi yield dan detail pembagiannya di...

Krisis Gas Paksa Eropa Kembali Buru Batu Bara Hingga Harga

Krisis Gas Paksa Eropa Kembali Buru Batu Bara Hingga Harga Melonjak

by Malang Today
September 25, 2026

Harga batu bara melambung akibat lonjakan harga gas di Eropa. Simak analisis lengkap penyebab dan dampaknya terhadap krisis energi global...

Aksi Syuting Bawa Tank Bikin Geger Warga Langsung Keluar Rumah

Aksi Syuting Bawa Tank Bikin Geger, Warga Langsung Keluar Rumah Sambil Menenteng Senapan

by Malang Today
September 25, 2026

Aksi syuting bawa tank hebohkan warga hingga keluar rumah sambil menenteng senapan, tonton momen menegangkan sekaligus unik yang viral ini.

Ihsg Anjlok 12 Persen Tertekan Tundukan Rupiah Dan Lonjakan Yield

IHSG Anjlok 1,2 Persen Tertekan Tundukan Rupiah dan Lonjakan Yield Obligasi AS

by Malang Today
September 25, 2026

IHSG terkoreksi 1,2 persen akibat tekanan pelemahan rupiah dan lonjakan imbal hasil obligasi AS. Simak ulasan lengkap dampak pasar saham...

Laporan Ijazah Gibran Berbuntut Panjang Akademisi Minta 7 Komisioner Kpu

Laporan Ijazah Gibran Berbuntut Panjang, Akademisi Minta 7 Komisioner KPU Tak Dipilih Lagi

by Malang Today
September 25, 2026

Tujuh komisioner KPU dinilai tak layak dipilih kembali usai dugaan pelanggaran etik terkait keabsahan berkas ijazah Gibran terungkap.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 4847
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.