Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Pilpres Brasil Ketat: Era Baru Lula da Silva atau Kembalinya Dinasti Bolsonaro/Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jakarta Selatan Resmi Jadi Tersangka/Gelar Prana Satwa Brawijaya 2026, Ratusan Satwa Langka dan Unik Sedot Perhatian Warga Malang/Grok Rilis Pratinjau Tujuh Menit Film Seri Odyssey yang Digarap Sepenuhnya oleh AI/Kinerja Keuangan Tekan Saham GGRM, Begini Arah Bisnis Gudang Garam Selanjutnya/Kemarahan Kaum Muda Memicu Gelombang Demo Massal Menuntut Perubahan di Prancis/Sektor Jasa dan Teknologi Cerdas Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Pasar Konsumen China/Zelensky Sebut Pertemuan Trilateral AS-Ukraina-Rusia Digelar November Mendatang/Buntut Bentrokan Berdarah Pasar Caringin, Wali Kota Bandung Tempuh Jalur Koordinasi/Debut Manis Andre Caldas Bawa Arema FC Bantai Dewa United Empat Gol Tanpa Balas/Buku Cyberselfish Bangkit Lagi dan Kembali Bidik Ideologi Libertarian Silicon Valley/Gubernur URI Tancap Gas Laporkan Persiapan Magang P3MD Langsung ke Prabowo di Hambalang/Nasib Hiu Tersesat di Kanal Korea Selatan, Berhasilkah Kembali ke Laut?/Cegah Perluasan Konflik Timur Tengah, Sekjen PBB Desak Genjatan Senjata demi Perdamaian/Pabrik Sepatu di Banten Gulung Tikar, 1.100 Buruh Kena PHK Massal/
Pilpres Brasil Ketat: Era Baru Lula da Silva atau Kembalinya Dinasti Bolsonaro/Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jakarta Selatan Resmi Jadi Tersangka/Gelar Prana Satwa Brawijaya 2026, Ratusan Satwa Langka dan Unik Sedot Perhatian Warga Malang/Grok Rilis Pratinjau Tujuh Menit Film Seri Odyssey yang Digarap Sepenuhnya oleh AI/Kinerja Keuangan Tekan Saham GGRM, Begini Arah Bisnis Gudang Garam Selanjutnya/Kemarahan Kaum Muda Memicu Gelombang Demo Massal Menuntut Perubahan di Prancis/Sektor Jasa dan Teknologi Cerdas Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Pasar Konsumen China/Zelensky Sebut Pertemuan Trilateral AS-Ukraina-Rusia Digelar November Mendatang/Buntut Bentrokan Berdarah Pasar Caringin, Wali Kota Bandung Tempuh Jalur Koordinasi/Debut Manis Andre Caldas Bawa Arema FC Bantai Dewa United Empat Gol Tanpa Balas/Buku Cyberselfish Bangkit Lagi dan Kembali Bidik Ideologi Libertarian Silicon Valley/Gubernur URI Tancap Gas Laporkan Persiapan Magang P3MD Langsung ke Prabowo di Hambalang/Nasib Hiu Tersesat di Kanal Korea Selatan, Berhasilkah Kembali ke Laut?/Cegah Perluasan Konflik Timur Tengah, Sekjen PBB Desak Genjatan Senjata demi Perdamaian/Pabrik Sepatu di Banten Gulung Tikar, 1.100 Buruh Kena PHK Massal/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Dugaan Kekerasan Seksual Pimpinan Pesantren NTB Memicu Aksi Penjemputan Massal Ratusan Santri oleh Orang Tua

by BBC Indonesia
September 22, 2026
Dugaan Kekerasan Seksual Pimpinan Pesantren Ntb Memicu Aksi Penjemputan Massal

Dugaan Kekerasan Seksual Pimpinan Pesantren Ntb Memicu Aksi Penjemputan Massal

LOMBOK TENGAH – Suasana kegelisahan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Wannafahat yang berlokasi di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menyusul terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret pimpinan pesantren, pimpinan ponpes mengambil kebijakan untuk meliburkan sementara seluruh aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Keputusan penutupan sementara ini memicu reaksi cepat dari para wali santri. Pada Selasa (22/9), sejumlah orang tua berbondong-bondong mendatangi area pesantren untuk menjemput anak-anak mereka. Kekhawatiran mendalam atas keselamatan dan masa depan anak menjadi alasan utama di balik langkah tegas sebagian wali santri yang memilih menarik sepenuhnya anak mereka dari lembaga pendidikan tersebut.

Kegiatan Pesantren Diliburkan Sementara

Pengurus Komite Pondok, Sahfan, mengonfirmasi bahwa aktivitas pembelajaran di ponpes dihentikan sementara hingga Kamis, 24 September. Langkah ini diambil karena kondisi di lingkungan pesantren dinilai sudah tidak kondusif pasca-mencuatnya isu dugaan pelecehan seksual.

Sahfan menjelaskan, pesantren tersebut menampung sekitar 800 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah di NTB hingga Kalimantan. Menurutnya, situasi psikologis yang berkembang saat ini tidak memungkinkan proses belajar mengajar berjalan secara efektif.

Terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan ponpes, Sahfan memilih tidak memberikan tanggapan secara substantif. Pihak pengurus komite, lanjutnya, hanya fokus meredam gejolak dan mengamankan situasi di lapangan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Khawatir Keselamatan, Wali Santri Pilih Pindahkan Anak

Proses penjemputan santri berlangsung sejak Selasa pagi. Para wali santri datang menggunakan sepeda motor hingga kendaraan bak terbuka. Suasana di dalam kompleks pesantren berangsur sepi, menyisakan beberapa santri luar daerah yang masih menunggu jemputan keluarga.

Keputusan meliburkan pesantren ternyata dimanfaatkan oleh sebagian wali santri untuk memindahkan anak mereka secara permanen. Salah seorang wali santri asal Lombok Timur, Hirnawati, menegaskan tidak akan mengembalikan kedua anaknya—yang duduk di tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah—ke pesantren tersebut.

Rasa cemas serupa diungkapkan Munzir, wali santri lainnya. Meski putranya telah menginjak masa akhir pendidikan di tingkat madrasah aliyah, ia tetap memilih membawa anaknya pulang demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikenal Tertutup oleh Warga Sekitar

Keberadaan Ponpes Abul Wannafahat ternyata memiliki dinamika tersendiri di mata warga lokal. Beberapa warga yang bermukim di sekitar pesantren menilai lembaga pendidikan tersebut cenderung tertutup dan minim interaksi dengan lingkungan sekitar.

Warga mengungkapkan bahwa pimpinan ponpes jarang bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Selain itu, aturan internal pesantren juga sangat ketat, seperti melarang santri berbelanja di luar area kompleks dan menolak pedagang luar untuk berjualan di dalam lingkungan pesantren.

Polisi Prioritaskan Penanganan Kasus dan Tambahan Alat Bukti

Proses hukum terkait kasus kekerasan seksual ini terus berjalan. Pusat Bantuan Hukum (PBH) Universitas Mataram (Unram) selaku pendamping korban telah menyerahkan serangkaian alat bukti tambahan ke Polres Lombok Tengah pada Selasa (22/9).

Perwakilan PBH Unram, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa laporan awal kasus ini sebenarnya telah dimasukkan sejak Februari 2025 dengan satu orang korban. Namun, prosesnya sempat terkendala karena minimnya alat bukti pendukung.

Kini, tim pendamping menyodorkan bukti-bukti baru yang dinilai lebih kuat, termasuk rekaman pengakuan dari terduga pelaku yang berinisial AIS (atau yang akrab disapa Abah) serta rekaman dari pihak keluarga. Indikasi awal menunjukkan adanya sedikitnya lima orang yang menjadi korban, di mana beberapa di antaranya saat ini berada di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaen, menegaskan bahwa kepolisian menjadikan penanganan perkara ini sebagai prioritas utama. Polisi berjanji akan mengusut tuntas serta memberikan perlindungan penuh bagi para korban maupun saksi yang ingin memberikan keterangan.

Mengenai keberadaan terduga pelaku yang saat ini dilaporkan sedang berada di luar area pesantren, pihak kepolisian memastikan situasi tetap dalam pemantauan dan siap melakukan tindakan hukum sesuai prosedur yang berlaku.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Pilpres Brasil Ketat Era Baru Lula Da Silva Atau Kembalinya

Pilpres Brasil Ketat: Era Baru Lula da Silva atau Kembalinya Dinasti Bolsonaro

by Malang Today
October 26, 2026

Pemilu Brasil berlangsung sengit saat rakyat menentukan pilihan antara melanjutkan kepemimpinan Lula atau kembali ke era keluarga Bolsonaro.

Sopir Byd Penyebab Tabrakan Beruntun Di Jakarta Selatan Resmi Jadi

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jakarta Selatan Resmi Jadi Tersangka

by Malang Today
October 26, 2026

Polisi menetapkan sopir mobil listrik BYD sebagai tersangka tabrakan beruntun di Jaksel yang dipicu akibat kelalaian dan kurangnya konsentrasi.

Kinerja Keuangan Tekan Saham Ggrm Begini Arah Bisnis Gudang Garam

Kinerja Keuangan Tekan Saham GGRM, Begini Arah Bisnis Gudang Garam Selanjutnya

by Malang Today
October 26, 2026

Simak situasi terkini kinerja keuangan Gudang Garam GGRM beserta tantangan industri rokok dan pergerakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Kemarahan Kaum Muda Memicu Gelombang Demo Massal Menuntut Perubahan Di

Kemarahan Kaum Muda Memicu Gelombang Demo Massal Menuntut Perubahan di Prancis

by BBC Indonesia
October 26, 2026

Kemarahan kaum muda memicu gelombang demo massal di Prancis, mereka menuntut perubahan nyata atas rasa frustrasi yang memuncak di seluruh...

Sektor Jasa Dan Teknologi Cerdas Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Pasar

Sektor Jasa dan Teknologi Cerdas Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Pasar Konsumen China

by Xinhua News
October 26, 2026

Sektor jasa dan teknologi cerdas kini menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar konsumen China yang kian dinamis serta kian diminati masyarakat.

Zelensky Sebut Pertemuan Trilateral As Ukraina Rusia Digelar November Mendatang

Zelensky Sebut Pertemuan Trilateral AS-Ukraina-Rusia Digelar November Mendatang

by Malang Today
October 26, 2026

Presiden Zelensky mengungkapkan pertemuan trilateral AS, Ukraina, dan Rusia dijadwalkan berlangsung pada November untuk membahas perdamaian.

Buntut Bentrokan Berdarah Pasar Caringin Wali Kota Bandung Tempuh Jalur

Buntut Bentrokan Berdarah Pasar Caringin, Wali Kota Bandung Tempuh Jalur Koordinasi

by Malang Today
October 26, 2026

Wali Kota Bandung utamakan koordinasi dengan kepolisian untuk selesaikan bentrokan berdarah di Pasar Caringin dan jaga kondusivitas kota.

Gubernur Uri Tancap Gas Laporkan Persiapan Magang P3md Langsung Ke

Gubernur URI Tancap Gas Laporkan Persiapan Magang P3MD Langsung ke Prabowo di Hambalang

by Malang Today
October 26, 2026

Gubernur URI melaporkan kesiapan program magang peserta P3MD kepada Prabowo di Hambalang guna memperkuat SDM dan pembangunan daerah.

Nasib Hiu Tersesat Di Kanal Korea Selatan Berhasilkah Kembali Ke

Nasib Hiu Tersesat di Kanal Korea Selatan, Berhasilkah Kembali ke Laut?

by BBC Indonesia
October 26, 2026

Seekor hiu terisolasi di kanal Korea Selatan dan terancam punah, akankah upaya penyelamatan berhasil membawanya kembali ke habitat laut?

Cegah Perluasan Konflik Timur Tengah Sekjen Pbb Desak Genjatan Senjata

Cegah Perluasan Konflik Timur Tengah, Sekjen PBB Desak Genjatan Senjata demi Perdamaian

by Xinhua News
October 26, 2026

Sekjen PBB serukan penghentian perluasan konflik dunia demi terciptanya perdamaian abadi dan perlindungan bagi jutaan warga sipil terdampak.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

4295
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.