Di tengah deru sirene peringatan serangan udara dan ancaman pesawat nirawak yang membayangi langit ibu kota, panggung mode Kyiv Fashion Week mencatat momen dramatis nan penuh keberanian. Menolak untuk tunduk pada ketakutan, rumah seni legendaris asal Ukraina, Bob Basset, menghadirkan koleksi busana punk leather monokromatik yang memadukan estetika distopia, seni adibusana, serta pesan ketahanan jiwa yang mendalam.
Geliat Kreativitas di Bawah Bayang-Bayang Konflik
Koleksi bertajuk “Mutabor”—sebuah frasa Latin yang bermakna “Aku Akan Berubah”—menjadi panggung debut bagi desainer muda berbakat berusia 28 tahun, Arina Petrova, bersama sang ayah, Serhii Petrov. Keduanya menempuh perjalanan darat panjang dari Kharkiv, kota perbatasan yang luluh lantak akibat invasi, demi membuktikan kepada dunia bahwa denyut kreativitas dan estetika mereka tidak pernah padam.
Berbeda kontras dengan mayoritas koleksi di Kyiv Fashion Week yang semarak dengan rona warna cerah, Bob Basset memilih siluet monokrom serba hitam yang tegas dan teatrikal. Menampilkan detail leather breastplate bertekstur sayap dramatis yang dipadukan dengan topeng kuda bersudut tajam, desain ini merefleksikan transformasi makhluk hibrida berbulu dan bercakar yang kuat.
Bagi Petrova, estetika buas ini lahir dari respons psikologis terhadap situasi krisis. Dalam situasi perang yang mencekam, setiap individu dituntut untuk lebih tangguh, memiliki naluri bertahan hidup layaknya satwa liar yang menumbuhkan taring demi mempertahankan eksistensinya.
Evolusi Artistik dan Makna di Balik Topeng Kulit
Sebelum masa invasi, studio Bob Basset telah mendunia lewat karya kriya kulit dan topeng avant-garde yang kerap melengkapi penampilan panggung band rock legendaris internasional seperti Korn dan Slipknot. Namun, pergolakan geopolitik mentransformasi fungsi artistik karya mereka menjadi sesuatu yang jauh lebih emosional dan personal.
Kembali ke Kharkiv yang dihujani artileri, Serhii mengalihfungsikan keterampilannya untuk merancang topeng khusus tanpa biaya bagi para tentara yang terluka guna menyamarkan luka fisik. Rekonstruksi identitas ini bermutasi menjadi inspirasi utama bagi koleksi terbaru mereka—pembuktian fesyen perdana rumah mode tersebut setelah jeda panjang selama 11 tahun.
Simfoni Runway Teatrikal: Keteguhan Seni Tanpa Batas
Ketegangan sempat memuncak saat alarm serangan udara berbunyi beberapa menit menjelang peragaan busana, memaksa proses evakuasi penonton. Kendati demikian, komitmen untuk terus berkarya membawa peragaan tetap bergulir dengan intensitas tinggi, bahkan siap digelar di ruang bawah tanah berpenerangan lampu ponsel jika situasi memburuk.
Diiringi lantunan melankolis dari petikan selo di tengah ketenangan sesaat, para model melangkah anggun menyibak kerumunan dengan wajah berbalut topeng kulit beraksen dramatis. Kilatan lampu kamera berpadu apik dengan gaun-gaun berstruktur korset yang kokoh, menutup peragaan di antara gemuruh tepuk tangan apresiasi dan dengung sirene kota.
Panggung Kyiv Fashion Week kali ini menegaskan kembali bahwa adibusana bukan sekadar keindahan visual, melainkan medium ekspresi yang tangguh. Melalui siluet kulit hitam yang berani, Bob Basset melahirkan metamorfosis fesyen yang membuktikan bahwa keindahan dan daya cipta seni akan selalu menemukan jalannya untuk tetap bernapas.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post