Panggung mode global kembali mengarahkan pandangannya ke ibu kota Inggris. Gelaran London Fashion Week resmi dibuka dengan deretan jadwal paling spektakuler dalam beberapa tahun terakhir. Mengusung kurasi yang memadukan kepulangan rumah mode legendaris Inggris serta gairah kreatif para talenta muda, perhelatan ini menegaskan kembali posisi London sebagai pusat gravitasi gaya hidup dan kreativitas dunia yang berani, inklusif, dan penuh kejutan.
Diselenggarakan oleh British Fashion Council (BFC), perhelatan musim ini menghadirkan 47 peragaan busana di atas runway, 23 presentasi eksklusif, serta lebih dari 60 agenda imersif. BFC menegaskan bahwa gelaran kali ini merupakan bentuk perayaan terhadap keunggulan desain Britania Raya yang menjunjung tinggi keberagaman serta keberanian berekspresi.
Penghormatan Tradisi dan Sentuhan Modernitas
Sesuai tradisi, panggung pembuka dipercayakan kepada rumah mode peninggalan mendiang desainer asal Irlandia, Paul Costelloe. Di bawah arahan kreatif sang putra, William Costelloe, label ini memamerkan koleksi Spring/Summer yang memikat lewat permainan siluet anggun. Palet warna didominasi oleh rona navy, sky blue, putih bersih, dan sentuhan cream yang menyegarkan mata.
Kejutan lain di hari pertama juga datang dari brand warisan Inggris, Barbour, yang terkenal dengan busana bergaya countryside yang klasik. Tak ketinggalan, desainer asal Amerika Serikat, Harris Reed, turut mencuri perhatian melalui presentasi berestetika gender-fluid. Reed, yang rancangannya kerap menghiasi karpet merah Met Gala dan dikenakan oleh bintang dunia seperti Harry Styles hingga Florence Pugh, kembali membuktikan kepiawaiannya dalam memadukan keanggunan teatrikal dan eksperimen bentuk.
Sorotan Selebriti dan Napas Eksotis dari Peru
Atmosfer panggung mode kian riuh dengan kehadiran label Ten C. Berfokus pada pameran outerwear seperti parka dan mantel berdesain kurasi tinggi, presentasi ini mencuri perhatian publik setelah vokalis Oasis, Liam Gallagher, terlihat mengenakan salah satu koleksi terbarunya dalam pemutaran perdana film dokumenternya di London.
Sentuhan internasional yang kuat juga datang dari ranah Amerika Latin. Desainer asal Peru yang berbasis di London, Genaro Rivas, menggebrak panggung busana wanita melalui koleksi terbarunya bertajuk ‘A Shard Reborn’. Rivas mengungkapkan bahwa koleksi ini menampilkan sisi personalnya yang jauh lebih terkontrol namun tetap berani, menyajikan eksplorasi tekstil yang eksperimental sekaligus memesona.
Kepulangan Sang Raksasa Mode ke Panggung London
Puncak kemegahan pekan mode kali ini diprediksi akan terjadi pada akhir pekan. Rumah mode McQueen di bawah kepemimpinan direktur kreatif Seán McGirr siap mengukir sejarah dengan kembali ke jadwal resmi London Fashion Week setelah 25 tahun konsisten menggelar peragaan busana di Paris.
Langkah nostalgia ini makin lengkap dengan hadirnya kembali rumah mode legendaris Mulberry setelah absen selama enam tahun. Kembalinya Mulberry sekaligus menjadi panggung debut bagi desainer Christopher Kane sebagai direktur kreatif baru. Perhelatan akbar ini nantinya akan ditutup secara megah oleh rumah mode ikonik Burberry, bersanding dengan deretan desainer muda potensial seperti Johanna Parv dan Tolu Coker yang siap memberi warna baru bagi masa depan industri mode dunia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post