MALANG TODAY – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat terbatas di beberapa sektor namun cenderung melemah secara keseluruhan pada perdagangan Kamis. Penurunan ini utamanya didorong oleh anjloknya saham Alphabet yang kembali memicu kekhawatiran para investor terkait tingginya biaya investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
Indeks Utama Wall Street Tertekan
Koreksi pasar saham AS terlihat jelas pada pergerakan tiga indeks utama. Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones tercatat turun 132,54 poin atau 0,25 persen ke level 52.342,56. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,3 persen menjadi 7.720,39, dan Indeks Komposit Nasdaq mengalami penurunan paling tajam sebesar 365,13 poin atau 1,38 persen ke posisi 26.184,72.
Meskipun indeks utama melemah, tekanan sejatinya terpusat pada sektor teknologi dan tidak meluas ke seluruh pasar. Hal ini terbukti dari delapan dibanding 11 sektor utama S&P 500 yang sebenarnya masih mampu ditutup di zona hijau.
Kinerja Saham Teknologi dan Korporasi
Tekanan utama Wall Street bersumber dari saham Alphabet yang merosot tajam lebih dari 12 persen. Induk perusahaan Google tersebut melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar 127,58 miliar dolar AS. Meski tumbuh 25 persen secara tahunan (yoy), capaian tersebut masih di bawah ekspektasi pasar, ditambah dengan penurunan laba bersih menjadi 26,17 miliar dolar AS serta arus kas bebas yang mencatatkan nilai negatif sebesar 9,07 miliar dolar AS.
Saham teknologi lainnya juga bervariasi. Microsoft mengalami penurunan tipis meskipun kinerja layanan cloud Azure tumbuh pesat hingga 48 persen. Penurunan signifikan juga dialami ServiceNow yang anjlok sekitar 27 persen, Marvell turun 13 persen, serta Caterpillar yang merosot lebih dari 9 persen hingga memberatkan indeks Dow Jones. Di sisi lain, saham Eli Lilly justru menguat lebih dari 6 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatannya, sementara saham Amazon dan Intel bergerak melemah menjelang rilis laporan keuangan resmi mereka.
Harga Minyak Mentah Turun Tipis
Di pasar komoditas, harga minyak dunia ditutup melamah. Sentimen positif dari harapan dimulainya kembali perundingan damai antara AS dan Iran mampu mengimbangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah berjangka Brent mencatatkan penurunan sebesar 44 sen atau 0,38 persen menjadi 114,88 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 78 sen atau 0,76 persen hingga berakhir di level 102 dolar AS per barel.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post