Transformasi Kinerja: GoTo Tebar Laba Bersih Rp 441 Miliar di Kuartal III-2026
Raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), makin mantap memantapkan posisinya di zona profitabilitas. Pada kuartal ketiga tahun 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 441 miliar. Capaian positif ini berhasil membalikkan posisi rugi bersih sebesar Rp 255 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sekaligus menandai keberhasilan GoTo mencetak laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut.
Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dirilis perseroan, kinerja operasional GoTo juga menunjukkan penguatan signifikan dengan perolehan laba operasional sebesar Rp 351 miliar selama periode Juli hingga September. Pendapatan bersih perusahaan melonjak 17 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 5,6 triliun, didorong oleh lonjakan Nilai Transaksi Bruto (GTV) inti yang melesat hingga 89 persen mencapai Rp 194 triliun. Dari sisi basis pengguna, jumlah pengguna bertransaksi tahunan (annual transacting users) tumbuh 16 persen menjadi 72,5 juta pengguna, menegaskan ekspansi layanan digital yang kian solid.
Resiliensi Layanan On-Demand dan Penguatan Finansial
Pasca-akuisisi saham pengendali platform e-commerce Tokopedia oleh ByteDance, portofolio bisnis utama GoTo kini berfokus pada dua pilar strategis, yaitu layanan on-demand (layanan transportasi dan pengiriman) serta teknologi finansial (fintech) yang berpusat pada ekosistem pembayaran digital GoPay.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengungkapkan bahwa performa impresif ini berhasil diraih di tengah penyesuaian operasional yang cukup menantang, termasuk skema pemotongan komisi baru untuk layanan transportasi roda dua. Penyesuaian komisi sebesar 8 persen pada layanan GoRide ber dampak cukup signifikan terhadap dinamika bisnis on-demand, namun perusahaan terbukti mampu mengelola dampak tersebut secara efisien.
Proyeksi Target Kinerja Lini Bisnis Ditingkatkan
Melihat performa kuartalan yang melampaui ekspektasi, manajemen GoTo secara resmi menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk keseluruhan tahun 2026 menjadi Rp 3,7 triliun. Angka ini naik sebesar Rp 300 miliar atau sekitar 8,8 persen dari proyeksi awal yang ditetapkan sebesar Rp 3,4 triliun.
Revisi naik atas target keuangan ini ditopang oleh kinerja segmen teknologi finansial yang terus melaju pesat melampaui perkiraan awal, serta momentum pemulihan pertumbuhan pada unit bisnis layanan on-demand. Optimisme ini mencerminkan keyakinan kuat manajemen terhadap keberlanjutan tren positif kinerja keuangan GoTo hingga akhir tahun.
Optimasi Struktur Modal Lewat Aksi Buyback Saham
Sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur modal dan peningkatan nilai bagi pemegang saham, GoTo terus melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham. Rapat Umum Pemegang Saham telah menyetujui pembatalan 32 miliar saham treasuri, atau setara dengan 2,7 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Hingga 29 Oktober, GoTo mencatat telah mengalokasikan dana sebesar Rp 985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham, yang mewakili hampir 3 persen dari total saham beredar. Manajemen mengonfirmasi masih memiliki alokasi dana sebesar Rp 2,5 triliun yang siap digunakan untuk aksi buyback lanjutan berdasarkan otorisasi pemegang saham yang berlaku hingga Juni 2027. Langkah agresif ini diambil karena manajemen menilai harga saham GoTo saat ini masih berada pada tingkat nilai yang sangat menarik relatif terhadap fundamental bisnisnya yang kian sehat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post