Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada sesi perdagangan Selasa (27/10/2026). Pergerakan pasar keuangan domestik saat ini sedang terjepit di antara bayang-bayang aksi jual investor asing serta menguatnya sentimen positif dari pasar global.
Berdasarkan analisis teknikal CGS International Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang batas bawah (support) di level 5.300-5.225 dan batas atas (resistance) pada kisaran 5.445-5.520.
Net Sell Asing dan Nilai Tukar Rupiah Jadi Pemberat
Tekanan terhadap IHSG terutama dipicu oleh berlanjutnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dalam volume yang cukup signifikan. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut menambah sentiment negatif yang menahan laju penguatan indeks di bursa domestik.
Meski demikian, penurunan IHSG diperkirakan tertahan oleh angin segar dari pasar global. Menguatnya indeks utama di bursa Wall Street serta kenaikan harga sejumlah komoditas mineral logam berpotensi menjadi penopang pergerakan indeks agar tidak terkoreksi lebih dalam.
Antusiasme IPO Anthropic dan Reli Saham Semikonduktor di Wall Street
Dari bursa global, indeks saham di Wall Street sukses mengawali pekan dengan penutupan di zona hijau. Penguatan bursa AS tersebut didorong oleh lonjakan harga saham sektor semikonduktor, seiring tingginya antusiasme pelaku pasar terhadap rencana penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan kecerdasan buatan, Anthropic.
Dalam prospektusnya, Anthropic mencatatkan lonjakan pendapatan yang fantastis sebesar 1.304% pada semester pertama 2026, mencapai US$ 16,29 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 1,16 miliar. Perusahaan teknologi ini dijadwalkan melantai di bursa Nasdaq dengan kode saham ANT.
Sentimen positif tersebut mendorong kenaikan signifikan pada sejumlah emiten chip papan atas, di antaranya Micron Technology yang menguat 2,98%, Advanced Micro Devices (AMD) naik 2,80%, Broadcom terangkat 2,33%, serta Nvidia yang terkerek 2,39%.
Di sisi lain, melandainya harga minyak mentah dunia turut memberikan kelegaan bagi pasar. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat melemah 1,7% ke level US$ 101,57 per barel, sementara jenis Brent terkoreksi 0,8% menjadi US$ 115,81 per barel.
Rekomendasi Saham Pilihan Perdagangan Hari Ini
Mencermati dinamika pasar yang cenderung bergerak dinamis, para pelaku pasar dan investor disarankan untuk tetap cermat memanfaatkan peluang transaksi jangka pendek (trading). CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam emiten pilihan yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, yaitu:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
- PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk (AADI)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post