WASHINGTON D.C. — Rekor pembengkakan dana kampanye dalam sejarah politik Amerika Serikat kembali pecah. Kurang dari dua pekan menjelang hari pemungutan suara Pemilu Sela AS, lima kelompok donor independen raksasa atau yang dikenal sebagai super PAC (political action committee) menyuntikkan dana fantastis melebihi USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun). Gelontoran dana dari dana gelap (dark money) ini memicu sorotan tajam terkait meningkatnya pengaruh konglomerat dalam menentukan arah demokrasi Paman Sam.
Berdasarkan analisis data elektoral federal per 25 Oktober, kelima kelompok super PAC ini menyumbang hampir sepertiga dari total pengeluaran non-partai pada siklus pemilu kali ini. Dari total dana miliaran dolar tersebut, sekitar dua pertiganya mengalir deras untuk menyokong kepentingan Partai Republik (GOP). Penyokong utamanya tidak lain adalah jajaran miliarder ultra-kaya, termasuk miliarder teknologi Elon Musk yang dikenal sebagai sekutu kunci mantan Presiden Donald Trump.
Musk secara personal dilaporkan telah menggelontorkan hampir USD 450 juta ke berbagai kelompok yang terafiliasi dengan Republik, termasuk alokasi terbesar yang disalurkan melalui Senate Leadership Fund, super PAC pendukung kandidat Senat dari Partai Republik.
Ketimpangan Regulasional dan Dominasi ‘Dark Money’
Di sisi lain, Partai Demokrat sebenarnya mencatatkan keunggulan dalam penggalangan dana langsung dari pemilih skala kecil (grassroots) yang masuk ke rekening resmi kampanye kandidat maupun komite nasional partai. Para kandidat Demokrat di wilayah pertempuran sengit (battleground states) untuk Senat dan DPR AS secara konsisten berhasil mengumpulkan dana basis pemilih yang lebih besar dibanding rival mereka dari Republik.
Namun, keunggulan basis pemilih kecil tersebut terbentur oleh aturan hukum pemilu AS yang dinilai kontradiktif. Regulasi federal membatasi sumbangan individu secara langsung kepada kandidat resmi maksimal hanya sebesar USD 3.500 per pemilu, dan batasan USD 44.300 untuk komite partai nasional. Sebaliknya, tidak ada batasan hukum sama sekali bagi super PAC untuk menghimpun dan membelanjakan dana demi memenangkan kandidat tertentu.
Celah regulasi ini bermula dari keputusan landmark Mahkamah Agung AS pada 2010 dalam kasus Citizens United. Keputusan tersebut menetapkan bahwa pemerintah tidak boleh membatasi pengeluaran politik oleh korporasi, serikat pekerja, maupun kelompok independen. Keputusan peradilan tingkat bawah berikutnya semakin memperluas wewenang ini dengan mengizinkan organisasi-organisasi tersebut menerima dana tanpa batas dari donor anonim melalui organisasi perantara.
Strategi Iklan Black Campaign dan Dampak Terhadap Demokrasi
Fenomena konsentrasi dana super PAC ini paling masif terlihat pada perebutan kursi Senat AS, di mana sebagian besar anggaran dialokasikan untuk mendanai kampanye hitam dan iklan serangan (attack ads) terhadap lawan politik.
Pemilihan Senat di Texas mencatatkan rekor pengeluaran tertinggi. Kandidat Demokrat, James Talarico, harus menghadapi gempuran iklan serangan senilai lebih dari USD 200 juta dari kelompok-kelompok pendukung luar saat ia berjuang menjadi politisi Demokrat pertama yang memenangkan kursi Senat di Texas sejak 1988. Situasi serupa dialami politisi Demokrat Sherrod Brown dalam pemilihan khusus Senat di Ohio, yang dihantam propaganda media senilai hampir USD 170 juta dari pihak oposisi.
Sosiolog dari SUNY-Stony Brook University, Jen Heerwig, menilai dominasi super PAC yang cenderung memproduksi konten media negatif ini berisiko merusak tatanan sosial dan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
“Iklan serangan masif ini adalah ‘pekerjaan kotor’ yang disengaja oleh super PAC untuk menjatuhkan kredibilitas lawan. Meskipun pengeluaran fantastis tersebut belum tentu menjamin kemenangan tanpa adanya dukungan organik dari akar rumput, negativity yang terus-menerus ini sangat berbahaya karena memicu kekecewaan publik serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi,” tegas Heerwig.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post