Memasuki Hari Keenam Pemadaman TPA Supit Urang, Dinkes dan Damkar Perketat Skrining Kesehatan Petugas
KOTA MALANG – Upaya penanganan kebakaran sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kini memasuki hari keenam pada Senin (26/10/2026). Di tengah ancaman asap pekat dan potensi titik api bawah permukaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerapkan skema perlindungan berlapis bagi ratusan personel gabungan yang bertugas di lapangan.
Langkah preventif ini diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan ketat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terhadap seluruh petugas Damkar, BPBD, dan relawan, baik sebelum maupun sesudah menginjakkan kaki di titik pemadaman.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menegaskan bahwa keselamatan nyawa personel menjadi prioritas tertinggi di samping target pemadaman total.
“Petugas wajib dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap. Pengawasan dan skrining ketat dari Dinas Kesehatan diterjunkan langsung di lokasi untuk memantau kondisi fisik personel,” ujar Pandu saat memberikan update perihal penanganan TPA Supit Urang, Senin (26/10/2026).
Skrining Dua Tahap dan Pembatasan Jam Operasional Lapangan
Pemeriksaan medis dilakukan dalam dua tahapan saban harinya. Pada pagi hari sebelum operasi dimulai, seluruh petugas memindai tekanan darah dan stamina umum. Personel yang terindikasi mengalami penurunan kondisi fisik langsung diistirahatkan di posko medis dan dilarang mendekati zona pemadaman.
“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuh kurang prima, kami rekomendasikan untuk tidak ikut ke titik penyemprotan dan wajib beristirahat total di posko. Setelah selesai bertugas pun, mereka kembali diperiksa untuk memastikan tidak ada terpapar keluhan respirasi,” tegas Pandu.
Tingginya risiko di lapangan tidak sekadar dipicu oleh kobaran api, melainkan juga kepulan asap beracun, material debu vulkanik sampah, hingga hempasan angin kencang. Menjelang siang, cuaca ekstrem kerap memperburuk jarak pandang serta memicu persebaran titik panas baru.
Mempertimbangkan keselamatan tersebut, UPT Damkar membatasi durasi penyemprotan darat mulai pukul 06.00 WIB hingga maksimal pukul 11.30 WIB. Memasuki siang hari, fokus penanganan beralih pada pemantauan pergerakan angin dan teknik pembasahan jarak jauh.
Teknik Injeksi Air dan Dukungan Water Bombing Pemprov Jatim
Guna menjangkau bara api yang mengendap di kedalaman timbunan sampah, tim pemadam menerapkan teknik injeksi air (tancap tusuk). Metode ini dinilai efektif menembus lapisan dalam sampah plastik dan organik yang menyimpan panas ekstrem.
Tak hanya jalur darat, percepatan pemadaman juga mendapat sokongan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Satu unit helikopter pembawa tangki dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing (penyiraman udara) guna memadamkan titik api di area lereng gunungan sampah yang sulit dijangkau armada darat.
Adapun Pemkot Malang telah menetapkan masa Tanggap Darurat Kebakaran TPA Supit Urang yang berlaku hingga 31 Desember 2026 mendatang guna mengantisipasi potensi timbulnya titik api susulan.
Pembagian Masker Warga Mulyorejo dan Pengalihan Truk Sampah
Dampak kepulan asap yang membubung ke pemukiman sekitar turut disikapi serius. Pemkot Malang telah mendistribusikan ribuan masker medis dan N95 kepada warga terdampak di kawasan Mulyorejo dan sekitarnya.
“Masyarakat di sekitar area TPA Supit Urang yang mulai merasakan gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lain akibat asap diimbau segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat, khususnya Puskesmas Mulyorejo yang sudah disiagakan 24 jam,” tutur Pandu.
Sementara itu, kendati operasi pemadaman skala besar terus berjalan, aktivitas pembuangan sampah rumah tangga se-Kota Malang di TPA Supit Urang dipastikan tetap beroperasi. Petugas lapangan mengalihkan alur truk pengangkut sampah ke zona pembuangan alternatif yang dinilai steril dari ancaman api dan tidak mengganggu pergerakan armada Damkar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post