Pemerintah Korea Selatan memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi hijau di Indonesia melalui hibah armada dan infrastruktur kendaraan listrik di Provinsi Bali. Langkah konkret ini diwujudkan lewat penyerahan 11 unit bus listrik serta enam unit fasilitas pengisian daya (charging station) yang terintegrasi dalam proyek strategis Bali E-Mobility.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas mencakup pengembangan transportasi publik berkelanjutan, penyediaan infrastruktur kendaraan listrik, hingga pembangunan kawasan berbasis Kota Cerdas (Smart City).
Kolaborasi Antarlembaga untuk Mobilisasi Hijau
Peluncuran resmi armada bus listrik dan stasiun pengisian daya tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Duta Besar Yoon Soon-gu menjelaskan bahwa hibah armada ini merupakan hasil sinergi lintas pemerintah dan lembaga internasional. Program ini mengintegrasikan peran Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan, Kementerian PPN/Bappenas Indonesia, serta Global Green Growth Institute (GGGI).
Proyek kolaboratif ini menggabungkan dana bantuan pembangunan resmi dari Pemerintah Korea, pendampingan teknis dan keahlian dari GGGI, serta kapasitas teknologi dan manufaktur unggulan dari sektor industri kedua negara. Pihaknya berharap kehadiran moda transportasi umum berbasis listrik ini dapat memberikan dampak instan dan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara di Pulau Dewata.
Ekspansi Kerja Sama Smart City dan Infrastruktur
Menindaklanjuti momentum peluncuran armada listrik tersebut, Duta Besar Yoon melangsungkan pertemuan bilateral dengan jajaran Pemerintah Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Pertemuan tersebut membahas potensi ekspansi kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas.
Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya keterlibatan mitra internasional dan pihak ketiga dalam proses pemindahan moda transportasi ramah lingkungan. Pendekatan ini dinilai krusial agar transformasi ekosistem transportasi hijau dapat berjalan optimal tanpa memberikan beban finansial tambahan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali mendorong Pemerintah Korea Selatan, khususnya otoritas Kota Seoul, untuk terus memperluas investasi. Dukungan yang diharapkan mencakup penyediaan infrastruktur pengisian daya berskala masif, transfer teknologi otomotif ramah lingkungan, pengembangan konsep Smart City, tata kelola limbah modern, hingga pemberdayaan sektor industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.
Merespons aspirasi tersebut, Dubes Yoon menyambut positif dan menilai visi keberlanjutan Pemprov Bali selaras dengan target Korea Selatan dalam mencapai netralitas karbon pada tahun 2050. Otoritas Korea Selatan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan mempermudah kerja sama teknis di bidang penataan kota cerdas, sistem pengelolaan sampah terpadu, dan modernisasi transportasi umum yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik daerah Bali.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post