BLITAR – Maraknya fenomena provokasi aksi kekerasan dan tawuran di kalangan remaja yang kerap berawal dari unggahan di media sosial menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Pelajar diimbau untuk lebih bijak berselancar di dunia maya serta tidak mudah terprovokasi oleh tantangan yang berpotensi merusak masa depan mereka.
Pesan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, saat memimpin apel pagi sekaligus memberikan pembinaan karakter kepada ratusan siswa di MTs-MA Ma’arif NU Kota Blitar, Jalan Ciliwung Nomor 56, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Bahaya Jejak Digital dan Provokasi Media Sosial
Dalam arahannya, AKBP Kalfaris menekankan bahwa di era digital saat ini, ajakan tawuran jarang sekali bermula dari tatap muka secara langsung. Sering kali, konflik fisik justru dipicu oleh saling ejek di kolom komentar, unggahan status, maupun tantangan terbuka di platform media sosial.
Ia mengingatkan para pelajar bahwa persoalan di dunia maya tidak lantas selesai hanya dengan menghapus unggahan. Jejak digital yang terlanjur menyebar luas dapat memicu dampak panjang, baik secara hukum maupun psikologis.
“Tawuran maupun segala bentuk perkelahian bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Jangan mudah terpancing emosi, provokasi, maupun tekanan pergaulan yang dapat berujung pada tindakan kriminal,” tegas AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo di hadapan para siswa.
Menurutnya, kemampuan mengendalikan diri dan keberanian untuk menolak ajakan negatif adalah cerminan kedewasaan seorang pelajar. Para siswa diminta untuk berpikir jernih sebelum mengunggah atau membagikan konten yang memuat unsur provokasi dan ujaran kebencian.
Ancaman Pidana dan Masa Depan Pelajar
Kepolisian juga menyoroti konsekuensi fatal dari aksi perkelahian antarpelajar. Selain berisiko menimbulkan korban luka hingga jiwa, keterlibatan dalam tawuran dipastikan akan berhadapan dengan proses hukum yang berujung pada rusaknya catatan akademis dan masa depan generasi muda.
Kapolres meminta para siswa memfokuskan energi mereka pada kegiatan yang produktif, seperti memperdalam ilmu agama, mengejar prestasi akademik maupun non-akademik, serta membanggakan orang tua dan almamater sekolah.
“Jangan sia-siakan masa muda dengan tindakan yang merugikan. Gunakan waktu untuk belajar, beribadah, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi yang membanggakan,” tambahnya.
Sinergi Lintas Elemen Mencegah Tawuran
Lebih lanjut, AKBP Kalfaris menegaskan bahwa upaya penanganan dan pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat aparat penegak hukum. Peran aktif lingkungan keluarga, tenaga pendidik di sekolah, pengasuh pesantren, hingga masyarakat sekitar sangat krusial dalam memantau dinamika pergaulan anak-anak.
Sinergi seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mendeteksi secara dini potensi konflik sebelum membesar menjadi aksi kekerasan di jalanan.
Masyarakat maupun pihak sekolah yang mendeteksi adanya indikasi pergerakan kelompok remaja yang berpotensi memicu tawuran diimbau untuk segera melapor kepada kepolisian terdekat atau memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post