BEOGRAD — Peta politik Serbia mengalami pergeseran sejarah. Pemimpin bertahan Serbia, Aleksandar Vučić, secara resmi mengakui kekalahan partainya dalam pemilihan umum sela legislatif dari gerakan protes yang dipimpin oleh kalangan mahasiswa, Minggu (25/10) malam.
“Kita masih belum mendapatkan hasil akhir, namun jelas bahwa kita telah kalah dalam pemilihan ini,” ujar Vučić yang merupakan pemimpin populis sayap kanan saat menyampaikan pidato di markas besar Partai Progresif Serbia (SNS) di ibu kota Beograd.
Dipicu Gelombang Protes Anti-Korupsi
Keputusan Vučić untuk menyerukan pemilu sela berawal dari gelombang protes besar-besaran yang melanda Serbia selama dua tahun terakhir. Protes tersebut dipicu oleh insiden tragis runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Kota Novi Sad pada 2024 yang menewaskan 16 orang.
Tragedi tersebut memicu kemarahan publik dan berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi serta kelalaian pemerintah. Vučić, yang telah menjabat sebagai presiden selama dua periode dan tidak dapat mencalonkan diri kembali, memimpin SNS dalam pemilu ini dengan target kembali menduduki kursi perdana menteri.
Gerakan Mahasiswa dan Pemilu Bersejarah
Kemenangan mengejutkan ini diraih oleh Studentska Lista (Daftar Mahasiswa), sebuah gerakan anti-korupsi yang berhasil menggalang simpati luas dari pemilih anti-pemerintah. Gerakan ini mengusung calon dari berbagai latar belakang masyarakat, mulai dari akademisi, dokter, aktor, hingga tokoh olahraga.
Ilija Srdanović, salah satu kandidat utama dari Studentska Lista, menyatakan bahwa hasil ini merupakan langkah awal menuju perubahan besar. Gerakan ini berkomitmen membebaskan negara dari tirani, menindak tegas pejabat yang melanggar aturan, menghentikan dominasi loyalis partai di perusahaan publik, serta menjamin independensi lembaga penyiaran publik.
Pesta Kemenangan dan Partisipasi Pemilih Tinggi
Pengakuan kekalahan dari pihak petahana disambut sukacita oleh warga di berbagai kota. Di jalan-jalan Beograd dan pusat Kota Novi Sad, ribuan warga turun ke jalan menyalakan kembang api, membunyikan klakson mobil, dan menari merayakan kemenangan yang mereka sebut sebagai “keajaiban”.
Komisi Pemilihan Serbia mencatat tingkat partisipasi pemilih yang sangat tinggi dalam pemilu kali ini. Antrean panjang pemilih dilaporkan terjadi di berbagai TPS dalam negeri hingga tempat pemungutan suara luar negeri, seperti di Slovenia, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat, meskipun di bawah pengawalan ketat kepolisian.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post