JAKARTA — Lonjakan harga emas di pasar global kembali menekan volume permintaan ritel di India, negara konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia. Sikap kehati-hatian konsumen yang cenderung menahan diri saat harga melambung menjadi pemicu utama lesunya transaksi fisik, meski kawasan Asia memasuki periode festival keagamaan yang biasanya menjadi pendorong utama konsumsi emas.
Di pasar domestik India, harga emas saat ini diperdagangkan pada kisaran 150.900 rupee (setara US$ 1.561,8) per 10 gram. Angka ini mencerminkan pemulihan yang signifikan setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir di posisi 145.538 rupee per 10 gram pada pekan lalu.
Konsumen India Cenderung Sensitif dan Menahan Diri
Kenaikan harga yang dinamis membuat pembeli ritel di India memilih bertindak pragmatis. Pelaku usaha perhiasan lokal mencatat adanya pola perilaku konsumen yang sangat responsif terhadap fluktuasi harga harian.
Seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Ahmedabad mengungkapkan bahwa sensitivitas harga menjadi faktor penentu utama dinamika pasar saat ini. Menurutnya, setiap kali terjadi lonjakan harga, masyarakat akan serta-merta menunda transaksi dan memilih menunggu hingga terjadi koreksi harga ke tingkat yang dinilai lebih ideal.
Guna merangsang daya beli, para pedagang emas lokal di India terpaksa menawarkan potongan harga atau diskon hingga US$ 6 per ons di bawah harga resmi domestik. Komposisi harga resmi tersebut sejatinya telah mencakup komponen biaya berupa pajak impor sebesar 15% dan pajak penjualan sebesar 3%. Besaran diskon ini tercatat menyusut jika dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka US$ 14 per ons.
Prospek Musim Festival dan Dinamika Pasar China
Penyempitan diskon harga emas di tingkat pedagang India dipengaruhi oleh penurunan volume impor secara keseluruhan. Meski demikian, harapan pemulihan transaksi kini tertuju pada rangkaian perayaan festival besar seperti Dussehra pada Oktober serta Diwali pada awal November, yang secara tradisi menjadi momen puncak pembelian emas masyarakat.
Seorang pedagang dari bank swasta di Mumbai memperkirakan, apabila minat investasi ritel mampu melambung tinggi selama musim festival sebagaimana tahun lalu, posisi harga di pasar fisik lokal berpotensi beralih dari kondisi diskon menuju level premium.
Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di China sebagai pasar emas terbesar dunia. Usai libur panjang perayaan Golden Week, emas fisik di China diperdagangkan pada tingkat premium sebesar US$ 10 per ons di atas harga acuan global.
Direktur Regional MKS PAMP untuk wilayah Greater China, Bernard Sin, menilai bahwa meskipun aktivitas pasar secara umum masih relatif tenang karena belum seluruh pelaku usaha kembali beroperasi penuh, keberadaan premium positif mencerminkan adanya fondasi minat beli fisik yang solid di pasar China.
Secara global, harga emas spot internasional mencatatkan kenaikan lebih dari 1%, sekaligus menandai momentum kebangkitan teknikal setelah sempat terperosok ke level terendah dalam dua bulan pada awal pekan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post