Kelompok Houthi Klaim Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Sejumlah Objek Vital Arab Saudi
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan serangkaian serangan berskala besar menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke berbagai target vital serta infrastruktur strategis di wilayah Arab Saudi. Operasi militer ini menyasar fasilitas penerbangan internasional, kilang minyak bumi, hingga pangkalan militer di beberapa kota besar negara kerajaan tersebut.
Melalui pernyataan resminya di platform media sosial X, Juru Bicar Militer Houthi, Yahya Saree, membeberkan bahwa serangan tersebut terbagi dalam tiga gelombang operasi utama. Sasaran pertama menyasar Bandara Internasional King Khalid yang berada di ibu kota Riyadh. Saree mengklaim bahwa gempuran tersebut sempat mengganggu aktivitas serta arus lalu lintas penerbangan di bandara utama tersebut.
Kilang Minyak Saudi Aramco dan Fasilitas Militer Turut Menjadi Sasaran
Selain infrastruktur penerbangan, gelombang serangan kedua diarahkan ke sektor energi, yakni kilang minyak milik perusahaan negara Saudi Aramco yang berlokasi di Rabigh, wilayah Makkah. Serangan pada fasilitas ini dilaporkan sempat memicu insiden kebakaran di area kompleks industri minyak tersebut.
Sementara itu, operasi ketiga dilancarkan secara masif ke wilayah selatan dan barat daya Arab Saudi. Target dalam gelombang ini meliputi Bandara Abha, pangkalan militer Khamis Mushait, serta Kamp Akfa yang berada di provinsi Asir. Saree menambahkan bahwa pihak militer Houthi juga mengincar sejumlah lokasi sensitif lainnya yang tersebar di wilayah Najran dan Jazan.
Klaim Balasan atas Eskalasi Serangan Udara dan Peringatan Penerbangan
Menurut pihak Houthi, rangkaian serangan balasan ini dipicu oleh eskalasi intensitas serangan udara dan gempuran rudal yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi. Saree menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 24 jam sebelum operasi dilakukan, pihak Saudi telah melepaskan sedikitnya 60 serangan udara yang mengarah ke ibu kota Sanaa serta berbagai provinsi di Yaman, termasuk Al-Jawf, Taiz, Hajjah, Saada, dan Marib.
Houthi mencatat bahwa akumulasi serangan udara dan rudal yang dihantamkan ke wilayah Yaman telah mencapai 1.576 kali sejak eskalasi militer kembali meningkat. Menanggapi situasi keamanan yang kian memburuk, Houthi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh maskapai penerbangan internasional yang melintasi ruang udara Arab Saudi agar menghentikan aktivitas penerbangan mereka. Pihaknya menegaskan kawasan tersebut kini telah ditetapkan sebagai zona operasi militer, dengan pengecualian khusus bagi wilayah udara di atas kota suci Makkah dan Madinah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post