WASHINGTON D.C. – Peta politik Amerika Serikat mengalami pergeseran besar usai Partai Demokrat mencetak kemenangan signifikan dalam pemilu sela (midterm). Partai berlambang keledai tersebut berhasil merebut kendali penuh atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat dari penguasaan Partai Republik. Hasil ini sekaligus menjadi pukulan politik telak bagi masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.
Kemenangan Demokrat tergolong dramatis karena berhasil menumbangkan dominasi Republik di wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun menjadi basis terkuat mereka, seperti Kansas dan Texas. Keberhasilan merebut dua kamar di Kongres AS ini memberikan kekuatan baru bagi Partai Demokrat untuk menghadang berbagai agenda kebijakan Trump, membuka peluang penyelidikan terhadap jalannya pemerintahan, hingga melayangkan potensi pemakzulan (impeachment) ketiga.
Domino Kemenangan Demokrat di Senat dan DPR
Di tingkat Senat, Partai Demokrat mengamankan kursi mayoritas setelah berhasil merebut sedikitnya enam kursi kunci. Kemenangan bersejarah dicetak oleh Adam Hamilton di Kansas—wilayah yang terakhir kali memilih senat dari Partai Demokrat pada 1932. Hasil serupa terjadi di Texas, di mana James Talarico mengakhiri rekor kekalahan beruntun Demokrat selama 38 tahun setelah mengalahkan kandidat Republik, Ken Paxton.
Gelombang kemenangan Demokrat juga menjangkau South Carolina melalui Annie Andrews, serta Maine lewat Troy Jackson yang menundukkan senat petahana lima periode, Susan Collins. Di tempat lain, Josh Turek menang di Iowa, Sherrod Brown mengamankan kursi di Ohio, dan Abdul El-Sayed diproyeksikan unggul di Michigan.
Kekalahan Republik kian diperparah pada pemilihan gubernur. Di Texas, Gina Hinojosa secara mengejutkan menggulingkan Gubernur petahana Greg Abbott. Sementara di Georgia, Keisha Lance Bottoms mengukir sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang terpilih menjadi gubernur di negara bagian tersebut.
Untuk perebutan DPR (House of Representatives), Partai Demokrat diproyeksikan mengamankan 245 kursi, berbanding 166 kursi yang didapatkan Partai Republik. Kemenangan ini mengembalikan kendali mayoritas DPR ke tangan Demokrat untuk pertama kalinya sejak 2022.
Pendorong Utama Gelombang Suara Pemilih
Sejumlah faktor kunci menjadi penentu dominasi Partai Demokrat dalam pemilu sela kali ini. Salah satunya adalah lonjakan partisipasi pemilih kulit hitam di kawasan Selatan AS yang mendatangi tempat pemungutan suara dalam jumlah rekor.
Selain itu, terdapat pergeseran peta dukungan dari kelompok pemilih Hispanik. Kelompok yang sebelumnya turut membantu kemenangan Trump pada 2024 tersebut kini balik mendukung Partai Demokrat. Hal ini terlihat dari keberhasilan Demokrat menguasai distrik-distrik mayoritas Hispanik di sepanjang perbatasan Texas-Meksiko serta mempertahankan kursi penting di Florida.
Upaya penataan ulang daerah pemilihan (gerrymandering) yang sebelumnya diandalkan Partai Republik di Texas justru berbalik menjadi kekalahan. Strategi yang awalnya ditargetkan untuk menambah lima kursi baru bagi Republik malah berujung pada hilangnya kursi mereka.
Sikap Trump dan Tantangan Pemerintahan
Satu-satunya hasil positif bagi kelompok konservatif Republik terlihat di Florida, di mana Senator Ashley Moody menang tipis dan Byron Donalds terpilih sebagai gubernur kulit hitam pertama di negara bagian tersebut. Partai Republik juga berhasil mempertahankan posisi gubernur di Vermont dan New Hampshire.
Menanggapi hasil pemilu sela ini, Presiden Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi dengan para anggota Kongres dari Partai Demokrat. Ia mengaku tidak ingin menghabiskan dua tahun sisa masa jabatannya hanya untuk menolak rancangan undang-undang.
Meski demikian, Trump sempat mengunggah simbol penolakan di media sosial dengan menampilkan gambar topi khasnya bertuliskan “veto”. Ia juga berkilah bahwa Partai Republik sebenarnya bisa meraih kemenangan besar apabila namanya dicantumkan dalam surat suara pemilu kali ini.
Hasil pemilu sela ini dinilai sebagai bentuk respons balik dari para pemilih terhadap jalannya pemerintahan Trump. Kebijakan perdagangan dan imigrasi yang kontroversial, ditambah keterlibatan militer dalam konflik dengan Iran yang menua protes publik, menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat Amerika memberikan teguran keras lewat bilik suara.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post