Demokratisasi Sains Metabolik: PNOĒ Meluncurkan Perangkat Penguji Respirasi Mandiri untuk Pasar Umur Panjang
Sekilas, perangkat medis-kebugaran terbaru besutan PNOĒ tampak seperti aksesori dari karakter antagonis fiksi: sebuah topeng penutup hidung dan mulut yang diikat erat di bagian belakang kepala. Namun, alih-alih untuk tujuan destruktif, inovasi teranyar ini dirancang demi misi yang sangat vital: menganalisis konsumsi oksigen dan pembuangan karbon dioksida secara presisi untuk memetakan cetak biru kesehatan, nutrisi, hingga proyeksi usia harapan hidup seseorang.
Startup teknologi kesehatan yang berbasis di Malden, Massachusetts, dan beroperasi di Athena, Yunani ini resmi bersiap meluncurkan PNOĒ 2.0. Berbeda mendasar dari generasi pendahulunya yang membutuhkan teknisi atau operator terlatih, varian terbaru ini memungkinkan pengguna melakukan pengujian metabolik secara mandiri. CEO sekaligus Co-founder PNOĒ, Apostolos Atsalakis, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan lompatan besar dalam meruntuhkan hambatan akses terhadap teknologi analisis medis tingkat lanjut.
“Cukup datang ke pusat kebugaran, kenakan topengnya, tekan tombol, lalu duduk dan bernapas secara alami selama delapan menit. Hanya itu, prosesnya sesederhana itu,” ujar Atsalakis. Otomatisasi pengujian ini berpotensi merambah pasar yang lebih luas, mulai dari gimnasium tanpa staf khusus hingga jaringan apotek ritel.
Membawa Komputasi Kelas Laboratorium ke Perangkat Portabel
Metode pengujian metabolik berbasis analisis gas pernapasan sebenarnya telah menjadi standar emas (gold standard) dalam dunia medis dan olahraga selama lebih dari satu abad. Parameter ini digunakan untuk mengukur VO₂ max—volume maksimum oksigen yang dapat dimanfaatkan tubuh saat beraktivitas fisik—yang menjadi indikator utama kebugaran kardiorespirasi. Namun, selama ribuan dekade, pengujian ini terbelenggu oleh peralatan medis yang masif, mahal, serta terbatas di laboratorium olahraga elit atau rumah sakit terkemuka.
PNOĒ menjembatani jurang tersebut dengan mengemas akurasi laboratorium ke dalam format portabel yang dipadukan dengan algoritma perangkat lunak terintegrasi. Teknologi ini Mampu mengekstraksi hingga 23 biomarker kunci, termasuk angka metabolisme basal (resting metabolic rate) dan fleksibilitas metabolik—kemampuan efisiensi tubuh dalam beralih antara pembakaran lemak dan karbohidrat. Parameter biometrik mendalam ini melampaui apa yang mampu disajikan oleh tes darah konvensional, khususnya dalam menentukan kebutuhan kalori presisi dan metode pelatihan fisik yang optimal.
Momentum ini meluncur tepat saat isu longevity (panjang umur) menjadi tren global di industri kebugaran. Riset medis modern secara konsisten menghubungkan tingkat VO₂ max yang tinggi dengan penurunan risiko mortalitas secara signifikan, menjadikannya salah satu prediktor paling kuat untuk mengukur usia biologis manusia.
Desain Modular dan Model Bisnis ‘Business-in-a-Box’
Dari sisi rekayasa fisik, PNOĒ 2.0 dirancang lebih ringkas dengan efisiensi komponen yang lebih tinggi demi meningkatkan keandalan perangkat. Bekerja sama dengan studio desain asal Milan, Design Group Italia, pengembangan bentuk fisik ini melewati proses iterasi yang sangat ketat untuk memastikan faktor ergonomis saat pengujian mandiri.
Memahami kekhawatiran higienitas pasca-pandemi, perangkat ini mengusung arsitektur modular. Komponen elektronik presisi tinggi dirancang terpisah dari masker silikon dan tali pengikat. Format ini memungkinkan perangkat keras utama yang bernilai tinggi dapat digunakan secara bergantian antar-konsumen, sementara setiap pengguna memiliki unit masker pribadi secara independen.
Kendati memiliki kapabilitas klinis yang canggih, PNOĒ memosisikan diri sebagai perangkat kebugaran (wellness device) dan belum mengantongi sertifikasi medis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). “Perangkat kami berfungsi seperti pemindai komposisi tubuh atau timbangan digital. Dokter tidak dapat mendesain resep obat medis hanya berdasarkan hasil ini,” jelas Atsalakis. Meski demikian, potensi eksplorasi biomarker pernapasan untuk deteksi dini penyakit kronis seperti kanker tetap menjadi fokus riset jangka panjang perusahaan.
Profitabilitas dan Ekspansi Pasar Global
Akar teknologi PNOĒ bermula dari riset doktoral Atsalakis mengenai teknologi sensor di University of Cambridge, sebelum akhirnya didirikan bersama Panos Papadiamantis (Chief Product Officer). Merupakan alumni program inkubasi Y Combinator (W19), startup ini sejauh ini telah menghimpun pendanaan total sekitar $22 juta (sekitar Rp345 miliar), termasuk putaran pendanaan terbaru sebesar $11 juta dari jajaran investor strategis seperti 50 Years dan Co-founder Google Maps, Lars Rasmussen.
Model bisnis PNOĒ berfokus penuh pada segmen B2B (Business-to-Business). Perusahaan menawarkan paket langganan bernilai $400 hingga lebih dari $1.000 per bulan yang mencakup unit perangkat keras, lisensi pemrosesan data SaaS, pelatihan operasional, hingga materi pemasaran—sebuah konsep solusi terpadu (business-in-a-box). Klien skala besar yang telah mengadopsi teknologi ini mencakup jaringan klub kebugaran ultra-mewah Equinox, rantai hotel Four Seasons, tim medis NBA, Red Bull, Mount Sinai Health System, hingga jaringan med-spa Restore Hyper Wellness.
Saat ini, sekitar 85% pendapatan PNOĒ berasal dari pasar Amerika Serikat yang dinilai paling responsif terhadap tren longevity. Namun, dengan struktur tim beranggotakan 110 personel, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan lebih dari 100% dan telah mencapai titik profitabilitas. PNOĒ kini membidik ekspansi agresif ke Eropa, Amerika Latin, dan Asia, serta bersiap menggalang pendanaan Seri B dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan mendatang guna mengukuhkan posisinya di garda depan revolusi kesehatan metabolik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post