MALANG TODAY – Wabah demam Lassa di Nigeria terus menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nigeria (NCDC) melaporkan jumlah korban jiwa akibat penyakit menular ini telah menyentuh angka 268 orang, dari total 1.138 kasus positif yang terkonfirmasi sejak awal tahun ini.
Tingkat Fatalitas Mengalami Peningkatan
Laporan situasi terbaru NCDC mencatat adanya kenaikan pada tingkat fatalitas kasus (case fatality rate). Dalam kurun waktu akhir September hingga awal Oktober, tingkat kematian akibat demam Lassa melonjak menjadi 23,6 persen. Angka ini mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di tingkat 18,6 persen.
Berdasarkan data demografi, penyakit ini berdampak luas pada berbagai kelompok umur. Namun, NCDC mengonfirmasi bahwa kelompok usia muda, yakni rentang 21 hingga 30 tahun, menjadi kelompok yang paling terdampak selama masa penularan tersebut.
Sebaran Kasus dan Wilayah Paling Rawan
Penularan demam Lassa dilaporkan telah meluas ke 119 daerah pemerintahan lokal yang tersebar di 24 dari total 36 negara bagian di Nigeria. Meskipun demikian, konsentrasi kasus terbesar berada di lima negara bagian utama, yaitu Edo dan Ondo di wilayah selatan, serta Bauchi, Benue, dan Taraba di wilayah utara. Gabungan dari kelima wilayah tersebut menyumbang hingga 88 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi di skala nasional.
Sanitasi Buruk dan Terlambat Berobat Jadi Pemicu
NCDC mengungkapkan sejumlah faktor utama yang memperburuk penyebaran wabah ini di masyarakat. Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, rendahnya tingkat kesadaran warga pada wilayah terparah, serta kebiasaan menunda pengobatan ke fasilitas kesehatan menjadi penyebab utama tingginya angka penularan dan kematian.
Sebagai informasi, demam Lassa merupakan penyakit hemoragik viral akut. Virus ini umumnya ditularkan ke manusia melalui makanan atau perabotan rumah tangga yang terkontaminasi oleh urine atau kotoran hewan pengerat, seperti tikus. Selain itu, penularan antarmanusia juga sangat berpotensi terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang telah terinfeksi.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post