MALANG TODAY – Konflik bersenjata di Yaman kembali memuncak menuju perang terbuka. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan peluncuran operasi militer berskala besar untuk merebut kembali seluruh wilayah yang kini berada di bawah kendali kelompok pemberontak Houthi.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, melalui pidato televisi. Pengumuman ini menandai berakhirnya masa tenang relatif dan memicu eskalasi militer baru di kawasan geopolitik strategis kawasan Timur Tengah.
“Hari ini, saya mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah republik yang masih belum dikuasai, serta memperluas kewenangan negara dan lembaga-lembaganya ke seluruh wilayah nasional,” tegas Rashad al-Alimi.
Aksi Saling Serang dan Penyerangan Fasilitas Minyak
Langkah tegas pemerintah Yaman muncul setelah intensitas saling serang meningkat tajam antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Kelompok Houthi, yang mendapat dukungan dari Iran, mengklaim telah meluncurkan serangkaian serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas minyak milik perusahaan negara Saudi Aramco, termasuk di ibu kota Riyadh dan kawasan kaya minyak Khurais.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan presisi tersebut memicu kebakaran di lokasi sasaran sebagai bentuk balasan atas puluhan gelombang gempuran udara koalisi Saudi dalam waktu singkat. Meski demikian, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim kerusakan tersebut dan sebelumnya kerap menilai pernyataan Houthi sebagai propaganda semata.
Sebagai respons balasan, jet tempur koalisi dan pasukan pemerintah Yaman menggempur sejumlah titik vital Houthi, termasuk di ibu kota Sanaa, wilayah utara Saada, serta kawasan strategis di sekitar Kota Taiz.
Pengepungan Kota Taiz dan Ancaman Jalur Logistik
Konfrontasi darat kini berpusat di sekitar Kota Taiz, salah satu benteng pertahanan terakhir yang masih dipertahankan oleh pasukan pemerintah. Kendati digempur dari berbagai arah, kelompok Houthi terus melaporkan kemajuan militer di lapangan.
Houthi berhasil memotong jalur pasokan utama yang menghubungkan Taiz dengan Aden—ibu kota sementara pemerintah Yaman. Dengan menguasai rute logistik tersebut, Houthi secara efektif mengisolasi Taiz, menciptakan ancaman kemanusiaan dan taktis yang signifikan bagi pasukan pemerintah.
Perebutan Jalur Maritim dan Dinamika Regional
Eskalasi perang kembali memanas sejak pertengahan tahun, setelah Houthi menggelar serangan kilat dan menguasai sekitar 130 kilometer garis pantai Laut Merah, termasuk akses menuju Selat Bab al-Mandab dan Pulau Perim. Penguasaan jalur maritim ini mengancam rute navigasi dan distribusi minyak mentah global, khususnya pasokan ekspor Arab Saudi.
Sejak memicu perang saudara pada 2014 dengan merebut Kota Sanaa, Houthi kini mengendalikan sekitar sepertiga wilayah Yaman yang dihuni oleh hampir 80 persen dari total populasi negara tersebut. Kendati mendapat tekanan militer bertubi-tubi selama bertahun-tahun dari koalisi internasional, kelompok ini terus menunjukkan ketahanan militer yang didukung oleh pasokan teknologi dan komponen persenjataan.
Dengan dimulainya operasi militer menyeluruh oleh pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, krisis kemanusiaan di salah satu negara termiskin di dunia ini dikhawatirkan akan semakin memburuk jika tidak ada penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post