JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejutan koreksi secara mendadak pada jam pertama perdagangan Jumat (25/9). Setelah sempat menguat di zona hijau pada pembukaan awal, IHSG berbalik arah dan terjun bebas sebesar 25,59 poin (0,41%) ke level 6.273,01. Sepanjang satu jam pertama transaksi, indeks saham domestik bergerak fluktuatif pada rentang 6.262 hingga 6.328.
Meskipun pasar saham secara umum tertekan oleh aksi jual, terdapat anomali menarik di mana tiga emiten justru melonjak drastis hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Fenomena ini menempatkan saham-saham tersebut, termasuk TRUK, di puncak daftar jajaran saham berkinerja terbaik atau top gainers.
Aksi Jual Dominasi Transaksi Pasar
Berdasarkan data operasional dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan pada sejam pertama tercatat mencapai 12,78 miliar lembar saham. Total nilai transaksi akumulatif membukukan angka Rp 2,84 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 589.289 kali transaksi.
Peta kekuatan pasar menunjukkan dominasi tekanan jual yang cukup masif. Sebanyak 450 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 165 saham yang berhasil menguat, dan 163 saham sisanya stagnan. Pelemahan ini turut menyeret kelompok saham unggulan berkapitalisasi besar, di mana indeks LQ45 terkoreksi sebesar 0,34%.
Sentimen Regional dan Bursa Asia
Koreksi mendalam yang dialami IHSG sejalan dengan tren pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Indeks Hang Seng (Hong Kong) tercatat anjlok signifikan sebesar 1,84%, disusul Straits Times (Singapura) yang melemah tipis 0,12%. Di sisi lain, pasar saham China melalui indeks Shanghai meliburkan aktivitas perdagangannya.
Meskipun demikian, tidak semua bursa regional berkinerja buruk. Indeks Nikkei (Jepang) justru tampil counter-trend dengan melesat tajam sebesar 1,23%, didorong oleh dinamika emiten domestik negara tersebut di tengah ketidakpastian pasar global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post