Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara kalkulasi matematis berpotensi melonjak hingga ke level 6.120 apabila saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dikeluarkan dari skema perhitungan indeks. Angka tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 21% jika dibandingkan dengan posisi IHSG pada akhir Oktober 2026 yang berada di level 5.057.
Berdasarkan riset dan simulasi dari Samuel Sekuritas Indonesia, pengeluaran konstituen saham kategori HSC tidak hanya secara teoritis mendongkrak posisi indeks pasar modal domestik, tetapi juga akan membuat valuasi IHSG menjadi jauh lebih murah dan menarik bagi para investor.
Valuasi IHSG Menjadi Lebih Murah
Dalam analisisnya, simulasi pengeluaran saham HSC diperkirakan menekan rasio harga terhadap laba bersih (price to earnings ratio/PER) IHSG dari posisi awal 12,4 kali turun menjadi 9,8 kali. Penurunan nilai PER sebesar 21% ini mengindikasikan bahwa secara diskonto perhitungan, valuasi pasar saham Indonesia menjadi jauh lebih rendah dibanding kondisi aktual saat ini.
Kendati demikian, pihak riset mengingatkan bahwa perombakan skema komposisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan porsi konsentrasi bobot pada deretan saham berkapitalisasi pasar besar (big cap).
Konsentrasi Bobot Saham Big Cap Meningkat
Penyesuaian komposisi tanpa saham HSC diproyeksikan bakal menggeser peta kekuatan dan pengaruh emiten terhadap pergerakan IHSG secara signifikan. Akumulasi bobot dari 10 saham terbesar di bursa diperkirakan melonjak dari 41,1% menjadi 48,06%, atau mengalami kenaikan sebesar 695 basis poin. Kalkulasi simulasi ini telah memperhitungkan batas maksimal (capping) bobot setiap emiten sebesar 9%.
Sementara itu, jika diperluas hingga 45 saham terbesar, total porsi bobot kelompok emiten ini diproyeksikan menguasai hingga 75,69% dari keseluruhan total indeks. Struktur baru ini menandakan bahwa arah pergerakan pasar saham ke depan akan semakin didikte oleh kinerja serta pergerakan harga saham-saham papan atas seperti BBCA, BBRI, BMRI, hingga ASII.
Perlu dicatat oleh para pelaku pasar bahwa pencapaian level 6.120 ini murni merupakan hasil simulasi rekayasa komposisi matematis indeks, dan bukan bentuk proyeksi Kenaikan IHSG yang didorong oleh dinamika transaksi jual-beli di pasar reguler.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post