Langkah raksasa perangkat lunak Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dunia, Salesforce, dalam mengekspansi lini bisnisnya kian agresif dan tak terduga. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini resmi menyepakati akuisisi terhadap Rune Technologies, sebuah startup pengembang kecerdasan buatan (AI) yang fokus pada analisis prediktif logistik militer Pasukan Militer Amerika Serikat. Nilai akuisisi tersebut fantastis, mencapai USD 375 juta (sekitar Rp6,1 triliun) yang dibayarkan dalam bentuk tunai dan kepemilikan saham.
Langkah strategis ini menegaskan pergeseran paradigma teknologi Silicon Valley yang kini semakin terintegrasi dengan industri pertahanan dan keamanan nasional. Bagi Salesforce, integrasi Rune Technologies bukan sekadar menambah portofolio AI, melainkan dorongan tajam untuk memperkuat posisi unit bisnis khusus mereka, Missionforce, di sektor pertahanan negara.
Dari Administrasi Belakang Layar Menuju Garis Depan Pertempuran
Sejak diluncurkan tahun lalu, divisi Missionforce milik Salesforce mencatatkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan. Unit bisnis yang didesain untuk melayani lembaga keamanan nasional dan instansi pertahanan ini membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 80 persen year-over-year. Lonjakan ini salah satunya ditopang oleh kontrak raksasa berdurasi 10 tahun senilai USD 5,6 miliar bersama Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army).
Selama ini, platform CRM dan analitik Salesforce di sektor militer lebih banyak beroperasi pada ranah administratif dan perencanaan di balik meja (back-office). Namun, masuknya teknologi Rune Technologies mengubah peta permainan secara mendasar. Dengan mengintegrasikan data logistik lapangan secara real-time milik Rune, Missionforce kini memiliki kapabilitas untuk mendukung secara langsung operasi taktikal di medan tempur—memprediksi kebutuhan rantai pasok, ketersediaan amunisi, hingga manajemen logistik kritis di garis depan.
Akselerasi Kilat Berbekal Modal Ventura Kelas Atas
Rune Technologies sendiri merupakan fenomena menarik di industri defense tech. Didirikan pada tahun 2024, startup ini bergerak cepat menarik perhatian jajaran investor papan atas Silicon Valley. Sepanjang kiprahnya yang singkat, Rune berhasil mengumpulkan total pendanaan sebesar USD 30 juta dari investor terkemuka seperti Andreessen Horowitz (a16z), Point72 Ventures, dan IQT (entitas modal ventura nirlaba yang didukung oleh CIA).
Berdasarkan data PitchBook, valuasi terakhir Rune Technologies tercatat berada di angka USD 127 juta usai menyerap pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Human Capital tahun lalu. Kesepakatan akuisisi senilai USD 375 juta oleh Salesforce ini memberikan angka imbal hasil (return) yang luar biasa, mendekati tiga kali lipat dari valuasi terakhirnya, sebuah bukti betapa tingginya nilai komersial dan teknis dari solusi AI logistik militer saat ini.
Agresi Akuisisi Salesforce di Era Kejayaan AI
Akuisisi terhadap Rune Technologies mempertegas tren perburuan aset AI yang sedang dilancarkan Salesforce sepanjang tahun ini. Perusahaan yang dipimpin Marc Benioff tersebut terlihat tidak ragu menggelontorkan miliaran dolar untuk mengamankan platform AI mutakhir demi memperkuat dominasi pasar.
Sebelum mencaplok Rune, Salesforce telah menyepakati pembelian platform agen AI Fin (sebelumnya dikenal sebagai Intercom) dengan nilai fantastis USD 3,6 miliar, serta mengakuisisi Qualified senilai USD 1,2 miliar. Tak berhenti di situ, Salesforce juga menandatangani kesepakatan akuisisi terhadap startup riset AI Listen Labs—sebuah langkah berani setelah startup tersebut membatalkan proses pendanaan Seri C senilai USD 125 juta dengan valuasi USD 1,5 miliar demi memilih bergabung di bawah naungan Salesforce.
Rangkaian akuisisi bernilai fantastis ini mengirimkan sinyal kuat ke industri global: integrasi AI spesifik sektor—mulai dari layanan pelanggan hingga perangkat operasional militer—kini menjadi kurva pertumbuhan baru yang diperebutkan para raksasa teknologi dunia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post