Keterbatasan fisik terbukti bukan menjadi penghalang untuk menembus batas kemampuan diri. Hal tersebut dibuktikan oleh Xie Junwu, seorang pria berusia 55 tahun asal Nanchang, Provinsi Jiangxi, China. Meski mengalami kelumpuhan total dari pinggang ke bawah, pria yang dijuluki “Wind-Breaking Rider” ini sukses menyita perhatian publik dunia lewat keahliannya beratraksi ekstrem memadukan kursi roda dan papan skateboard.
Kisah inspiratif Xie menjadi simbol ketangguhan dan daya juang tinggi. Lewat modifikasi papan skateboard khusus yang disesuaikan dengan kursi rodanya, ia secara mahir melakukan manuver carving hingga drifting di jalanan kota. Aksi yang diunggah ke media sosial tersebut tak hanya menjadi viral, tetapi juga memicu gelombang kekaguman dari ratusan ribu pengikutnya.
Titik Balik dari Tragedi Kelumpuhan
Kehidupan Xie berubah drastis pada usia 19 tahun akibat insiden jatuh dari pohon yang menyebabkan cedera fatal pada tulang belakangnya. Peristiwa tersebut membuatnya kehilangan kemampuan berjalan dan sempat berjuang melewati masa-masa kelam akibat depresi serta ketergantungan penuh pada almarhumah ibunya selama delapan tahun.
Pria yang kini aktif menginspirasi banyak orang ini mengungkapkan bahwa beban mental saat itu jauh lebih berat daripada rasa sakit fisik. “Rasa sakit fisik itu nomor dua. Tragedi yang sebenarnya adalah ketika saya kehilangan arah masa depan,” ujar Xie saat mengenang masa-masa sulitnya.
Momentum kebangkitan Xie terjadi pada tahun 2000 setelah sang ibu berpulang. Bertekad memenuhi janji untuk mandiri, ia mulai membuka diri dan menghadiri pertemuan penyandang cedera tulang belakang di Qingdao empat tahun kemudian. Di sana, ia menyaksikan aksi menyeimbangkan kursi roda hanya dengan dua roda belakang (wheelie)—sebuah momen sederhana yang lantas menyulut kembali semangat hidupnya.
Mencetak Rekor Dunia dan Menaklukkan Gunung
Sejak saat itu, Xie mempelajari berbagai keterampilan fisik secara otodidak. Ia melatih kemampuannya menaiki tangga, bermain basket, melakukan street dance, hingga memodifikasi alat geraknya. Bagi Xie, adaptasi tubuh adalah kunci utama dalam menjalani aktivitas. “Tangan saya menjadi kaki dan kursi roda menjadi sepatu,” tegasnya.
Kerja keras tersebut membuahkan pencapaian luar biasa. Pada Mei 2012, Xie resmi mencatatkan namanya di Rekor Dunia Guinness setelah melakukan aksi wheelie dengan kursi roda sejauh 25,8 kilometer. Pencapaian ini berhasil memecahkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh atlet asal Amerika Serikat sejauh 19,96 kilometer.
Daftar prestasinya tak berhenti di situ. Xie tercatat telah empat kali menaklukkan puncak Gunung Huangshan yang memiliki ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain itu, ia juga mengoleksi 32 medali maraton dari berbagai ajang internasional bereputasi, termasuk New York City Marathon.
Mendorong Aksesibilitas dan Mencetak Atlet Baru
Kini, dengan lebih dari 100.000 pengikut di media sosial, Xie memanfaatkan popularitasnya untuk misi kemanusiaan. Ia mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Komite Promosi Aksesibilitas Jiangxi sekaligus berprofesi sebagai konsultan rehabilitasi. Ia secara rutin memberikan pendampingan psikologis dan pelatihan fisik bagi sesama penderita cedera tulang belakang agar mampu kembali mandiri.
Guna memperluas dampak positifnya, Xie merencanakan gelaran kompetisi wheelchair skateboarding pertama di China. Kejuaraan ini dirancang khusus untuk membangun kembali rasa percaya diri para penyandang disabilitas di negaranya.
Aksi dan dedikasi Xie terus memanen apresiasi luas dari masyarakat dunia. Kisah hidupnya dinilai menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan dan ketangguhan merupakan buah dari konsistensi serta kerja keras yang tak kenal menyerah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post