Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Bedah Krisis Eksistensial Guernica Club Merawat Rasa Cukup Lewat Singel Mundane/Heboh Pengantin Nyasar di Kayutangan Malang Buat Warga dan Wisatawan Heran/Gugur Sebelum Berkembang: Deretan Startup dan Proyek AI yang Gagal Bertahan/Jelang Pemilu Sela AS, Obama Turun Gunung Serang Trump demi Menangkan Demokrat/Gempa M 7,0 Guncang Xizang China, Belasan Orang Tewas/Gelombang Demonstrasi Anarkis di Eropa dan Pelajaran Berharga bagi Demokrasi Indonesia/Sektor Kesehatan Mendominasi, Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia/Dorong Kesejahteraan Warga, Kehadiran Kopdes Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Desa/Imbang 2-2 di Manahan, Pelatih RANS Nusantara Kritik Pedas Kepemimpinan Wasit/Ledakan Tren AI Berpotensi Lumpuhkan Infrastruktur Utama Internet/Dolar AS Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Tertekan Ke Level Terendah/KTT APEC: Negara Anggota Desak Penghapusan Hambatan Perdagangan Global/Pakar Ekonomi Wanti-wanti Surplus Pangan Indonesia Tak Jamin Harga Terjangkau/Dominasi Parpol di Kabinet Prabowo Timbulkan Kekhawatiran Publik/Cetak Khatib Berkualitas, IKADI Kota Batu Gelar Pelatihan Dakwah Berkelas Nasional/
Bedah Krisis Eksistensial Guernica Club Merawat Rasa Cukup Lewat Singel Mundane/Heboh Pengantin Nyasar di Kayutangan Malang Buat Warga dan Wisatawan Heran/Gugur Sebelum Berkembang: Deretan Startup dan Proyek AI yang Gagal Bertahan/Jelang Pemilu Sela AS, Obama Turun Gunung Serang Trump demi Menangkan Demokrat/Gempa M 7,0 Guncang Xizang China, Belasan Orang Tewas/Gelombang Demonstrasi Anarkis di Eropa dan Pelajaran Berharga bagi Demokrasi Indonesia/Sektor Kesehatan Mendominasi, Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia/Dorong Kesejahteraan Warga, Kehadiran Kopdes Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Desa/Imbang 2-2 di Manahan, Pelatih RANS Nusantara Kritik Pedas Kepemimpinan Wasit/Ledakan Tren AI Berpotensi Lumpuhkan Infrastruktur Utama Internet/Dolar AS Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Tertekan Ke Level Terendah/KTT APEC: Negara Anggota Desak Penghapusan Hambatan Perdagangan Global/Pakar Ekonomi Wanti-wanti Surplus Pangan Indonesia Tak Jamin Harga Terjangkau/Dominasi Parpol di Kabinet Prabowo Timbulkan Kekhawatiran Publik/Cetak Khatib Berkualitas, IKADI Kota Batu Gelar Pelatihan Dakwah Berkelas Nasional/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Pakar Ekonomi Wanti-wanti Surplus Pangan Indonesia Tak Jamin Harga Terjangkau

by Malang Today
October 25, 2026
Pakar Ekonomi Wanti Wanti Surplus Pangan Indonesia Tak Jamin Harga Terjangkau

Pakar Ekonomi Wanti Wanti Surplus Pangan Indonesia Tak Jamin Harga Terjangkau

JAKARTA — Tren peningkatan produksi pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai belum sepenuhnya menjamin stabilitas pasokan serta harga yang terjangkau bagi masyarakat luas. Kendala distribusi dan kelemahan dalam manajemen rantai pasok (supply chain) disinyalir masih menjadi batu sandungan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata di seluruh pelosok Tanah Air.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menyoroti bahwa meski cadangan pangan dan produksi nasional menunjukkan tren penguatan dalam dua tahun terakhir, manfaat signifikan belum sepenuhnya dirasakan oleh konsumen di tingkat tapak.

“Produksi memang menguat, namun keterjangkauan harga dan resiliensi pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan,” ujar Eliza dalam analisis resminya.

Secara kuantitatif, angka produksi beras Indonesia pada 2025 mencatatkan kenaikan 13,29 persen secara tahunan (year-on-year) mencapai 34,69 juta metrik ton. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan output beras pada 2026 akan menyentuh 34,76 juta ton, melebihi estimasi konsumsi domestik yang berada di kisaran 31,2 juta ton. Di saat yang sama, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog berkisar antara 4,5 hingga 4,56 juta ton pada Oktober, dengan realisasi penyerapan beras dan gabah domestik melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Pemerintah bahkan memproyeksikan swasembada pada delapan komoditas pangan utama tahun ini, mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai merah besar, hingga cabai rawit.

Anomali Surplus: Melimpah di Data, Mahal di Pasar

Kendati grafik produksi menunjukkan tren positif, Eliza mengingatkan bahwa surplus tahunan dalam skala agregat tidak serta-merta mencerminkan perbaikan substantif pada ketahanan pangan. Secara historis, komoditas seperti unggas, telur, jagung, bawang merah, dan cabai kerap mencatatkan surplus tahunan, sementara produksi beras secara konsisten melebihi tingkat konsumsi meski dengan margin yang tipis.

Tantangan krusial justru terletak pada ketimpangan ketersediaan sepanjang tahun, fluktuasi harga yang tajam, disparitas harga antarwilayah, serta tingginya angka kehilangan hasil pascapanen (post-harvest losses). Minimnya akses informasi pasar yang simetris bagi petani, pedagang, hingga konsumen kian memperkeruh efisiensi rantai pasok.

“Surplus agregat di atas kertas tidak otomatis bertransformasi menjadi ketersediaan yang stabil dan harga yang terjangkau di seluruh daerah,” tegasnya.

Masalah keterjangkauan ini terkonfirmasi dari harga beras medium di pasaran yang masih tertahan tinggi di kisaran Rp 14.600 hingga Rp 15.000 per kilogram secara nasional. Lonjakan harga beras bahkan tercatat terjadi di lebih dari 100 kabupaten dan kota.

Keterbatasan konektivitas logistik antarpulau dan rantai distribusi yang berbelit-belit menyebabkan kelimpahan pasokan di daerah sentra produksi gagal meredam kenaikan harga di wilayah yang mengalami defisit pasokan.

Dilema Petani dan Disrupsi Penggilingan Beras

Di sisi hulu, kebijakan pemerintah dinilai cukup berpihak pada produsen. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram serta langkah intervensi Bulog dalam menyerap hasil panen berhasil melindungi petani dari risiko kejatuhan harga saat panen raya.

Langkah pemotongan harga eceran pupuk bersubsidi sebesar 20 persen juga memberikan angin segar dalam menekan biaya produksi. Meski demikian, dampaknya terhadap margin keuntungan petani masih terbatas mengingat komponen biaya tenaga kerja dan sewa lahan tetap mendominasi porsi pengeluaran usahatani.

Meskipun Nilai Tukar Petani (NTP) bergerak positif seiring kenaikan HPP gabah—setelah hampir dua dekade mendekati atau berada di bawah ambang batas 100—ancaman struktural kini mengintai sektor industri penggilingan beras.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sebanyak 1.056 penggilingan beras skala besar saat ini menguasai sekitar 40 persen dari total pasokan gabah nasional, atau setara dengan 25 juta ton per tahun. Kapasitas serap skala raksasa ini setara dengan penguasaan akumulatif dari 161.401 penggilingan padi skala kecil.

Konsentrasi pasar pada pemain skala besar ini menciptakan ketimpangan daya tawar dalam perebutan bahan baku. Kompetisi ketat antara Bulog dan pihak swasta kerap memicu lonjakan harga gabah di atas HPP, khususnya di luar musim panen raya. Kondisi ini menekan penggilingan kecil yang memiliki keterbatasan modal dan jaringan pasok, sementara harga gabah yang tinggi di tingkat petani tidak memicu penurunan harga beras di tingkat konsumen akhir.

Eliza menekankan perlunya intervensi pemerintah untuk memperkuat pangsa pasar Bulog yang saat ini baru berkisar 15 persen, demi menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan efisien.

Ancaman Iklim dan Program Pangan Gratis

Selain dinamika pada beras, komoditas lain juga menghadapi tekanan spesifik. Cabai sangat rentan terhadap anomali cuaca di daerah sentra penanaman, sedangkan peternak unggas dan petelur terhimpit kenaikan biaya pakan serta harga bibit ayam (day-old chick). Di saat yang sama, implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah turut mendongkrak lonjakan permintaan pasar terhadap daging ayam dan telur.

Menatap ketahanan pangan jangka menengah, proyeksi produksi 2026 dan awal 2027 diprediksi sangat bergantung pada keberhasilan masa tanam Oktober–Desember di tengah ketidakpastian iklim dan ancaman El Niño. Penundaan masa tanam atau potensi gagal panen berisiko mengganggu stabilitas pasokan menjelang momen krusial seperti Ramadan.

Memasuki tahun ketiga masa pemerintahannya, rezim Prabowo-Gibran didesak untuk mengalihkan

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Jelang Pemilu Sela As Obama Turun Gunung Serang Trump Demi

Jelang Pemilu Sela AS, Obama Turun Gunung Serang Trump demi Menangkan Demokrat

by BBC Indonesia
October 25, 2026

Barack Obama sindir keras Donald Trump dalam kampanye Demokrat jelang pemilu sela AS demi galang dukungan suara pemilih secara nasional.

Gempa M 70 Guncang Xizang China Belasan Orang Tewas

Gempa M 7,0 Guncang Xizang China, Belasan Orang Tewas

by Xinhua News
October 25, 2026

Belasan korban jiwa berjatuhan akibat gempa magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Xizang, China. Simak laporan selengkapnya di sini.

Gelombang Demonstrasi Anarkis Di Eropa Dan Pelajaran Berharga Bagi Demokrasi

Gelombang Demonstrasi Anarkis di Eropa dan Pelajaran Berharga bagi Demokrasi Indonesia

by Malang Today
October 25, 2026

Gelombang demo anarkis di Eropa kian meluas. Simak analisis mendalam dan pelajaran berharga bagi stabilitas Indonesia di sini.

Sektor Kesehatan Mendominasi Sembilan Perusahaan Siap Melantai Di Bursa Efek

Sektor Kesehatan Mendominasi, Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

by Malang Today
October 25, 2026

Sembilan perusahaan siap IPO di Bursa Efek Indonesia dengan sektor kesehatan sebagai pemimpin utama untuk mendorong pertumbuhan pasar modal.

Dorong Kesejahteraan Warga Kehadiran Kopdes Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi

Dorong Kesejahteraan Warga, Kehadiran Kopdes Jadi Angin Segar Bagi Ekonomi Desa

by Malang Today
October 25, 2026

Kehadiran Koperasi Desa atau Kopdes membawa angin segar dan harapan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat desa.

Dolar As Perkasa Nilai Tukar Rupiah Tertekan Ke Level Terendah

Dolar AS Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Tertekan Ke Level Terendah

by Malang Today
October 25, 2026

Nilai tukar rupiah melemah akibat tekanan reli dolar AS, ketahui penyebab utama penurunan mata uang lokal dan dampaknya bagi ekonomi...

Ktt Apec Negara Anggota Desak Penghapusan Hambatan Perdagangan Global

KTT APEC: Negara Anggota Desak Penghapusan Hambatan Perdagangan Global

by Xinhua News
October 25, 2026

KTT APEC di Hong Kong mendesak penghapusan hambatan perdagangan global demi mempercepat pemulihan ekonomi dan kerja sama antarnegara anggota.

Dominasi Parpol Di Kabinet Prabowo Timbulkan Kekhawatiran Publik

Dominasi Parpol di Kabinet Prabowo Timbulkan Kekhawatiran Publik

by Malang Today
October 25, 2026

Simak arti dan asal-usul istilah viral ngokop kabinet dalam dinamika politik Indonesia beserta dampaknya bagi netizen di media sosial.

Peluang Emas Mengakselerasi Literasi Keuangan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Peluang Emas Mengakselerasi Literasi Keuangan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

by Malang Today
October 25, 2026

Manfaatkan momentum emas untuk tingkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia demi mewujudkan inklusi finansial dan masa depan ekonomi cerah.

Turkiye Dan Kanada Resmi Tingkatkan Hubungan Bilateral Menjadi Kemitraan Strategis

Turkiye dan Kanada Resmi Tingkatkan Hubungan Bilateral Menjadi Kemitraan Strategis

by Xinhua News
October 25, 2026

Turkiye dan Kanada resmi tingkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis guna memperkuat kerja sama ekonomi serta keamanan global.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 10247
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.