Pemerintah Republik Indonesia secara agresif mulai membidik potensi pasar pariwisata bahari global guna mendongkrak devisa negara. Dalam ajang internasional Monaco Smart & Sustainable Marina Rendezvous ke-6 yang berlangsung di Monako, Menteri Pariwisata Indonesia Widi Wardhana secara terbuka mengundang jajaran investor Eropa untuk menanamkan modalnya pada pengembangan infrastruktur dan industri yachting (pelayaran rekreasi) serta wisata bahari di Tanah Air.
Langkah strategis ini diambil seiring dengan proyeksi lonjakan nilai pasar pariwisata bahari nasional yang sangat menjanjikan. Pemerintah mencatat pendapatan pasar yacht Indonesia berada di angka USD 261,9 juta pada 2025, dan diproyeksikan bakal melesat hingga USD 449,1 juta pada tahun 2033 mendatang.
Prospek Investasi Wisata Bahari dan Keanekaragaman Hayati
Dalam pemaparannya di hadapan para pemangku kepentingan dan investor global, Widi Wardhana menekankan keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Posisi geografis yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) menjadikan Indonesia sebagai rumah bagi 75% spesies karang dunia serta memiliki lebih dari 700 titik penyelaman (diving spot) eksotis yang tersebar di berbagai daerah.
“Kami menawarkan beragam pengalaman wisata, termasuk wisata bahari dan kelautan yang senantiasa memukau. Indonesia dikaruniai kekayaan budaya, warisan sejarah, dan keajaiban alam yang memberikan peluang investasi sangat besar,” ujar Widi saat memberikan keynote speech dalam forum ekonomi bahari tersebut.
Peluang investasi yang ditawarkan mencakup pengembangan rute pelayaran yacht antar-pulau, pembangunan fasilitas marina yang ramah lingkungan, hingga pengelolaan destinasi wisata bahari unggulan seperti ekosistem Pantai Pink dan kawasan konservasi bawah laut.
Diversifikasi Destinasi Ekspedisi Wisata Unggulan
Guna mengurangi ketergantungan pada Bali sekaligus memeratakan pertumbuhan ekonomi daerah, pemerintah mempromosikan sederet destinasi prioritas yang siap menerima masuknya modal asing. Destinasi potensial yang ditawarkan kepada investor Eropa meliputi Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, Lombok, Labuan Bajo, Wakatobi, Ambon, Banda, Morotai, hingga Raja Ampat.
Kawasan-kawasan ini dinilai memiliki daya tarik investasi berorientasi keberlanjutan (sustainable tourism) yang tinggi, terutama untuk segmen pelancong kelas atas (high-end travelers) dan pemilik kapal pesiar pribadi dari mancanegara.
Target Kunjungan Wisman dan Proyeksi Pertumbuhan Industri
Kementerian Pariwisata optimistis bahwa ekspansi investasi pada sektor bahari akan menjadi akselerator utama dalam mencapai target-target makro pariwisata nasional. Berdasarkan peta jalan kementerian, arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan terus mengalami eskalasi bertahap:
- Tahun 2025: Realisasi/capaian sebesar 15,4 juta kunjungan.
- Tahun 2026: Target ditingkatkan menjadi 17 juta kunjungan.
- Tahun 2029: Target jangka panjang dipatok mencapai 23,5 juta kunjungan.
Forum ekonomi di Monako tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci global, antara lain Pangeran Albert II dari Monako, CEO M3 Monaco José Marco Casellini, serta Wakil Menteri Transportasi Republik Arab Mesir Laksamana Muda Nehad Shahin Ali. Kehadiran para pimpinan lintas negara ini memperkuat sinyal diplomasi ekonomi Indonesia dalam menarik kerja sama investasi maritim berkelanjutan di masa depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post