Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Memahami Pemilu Paruh Waktu AS: Panduan Sederhana untuk Pemula/Ford Rilis Janji Privasi Ungkap Transparansi Pengolahan Data Pengguna Mobil Pintar/Perjanjian Bebas Bea Masuk China dan Swis Mengakselerasi Peta Perdagangan Barang Mewah Global/Indonesia Desak Rusia Hentikan Perekrutan Warganya dalam Perang Ukraina/Kubu PPP Solid, Mardiono Pastikan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aman dari Pencopotan/Berkat Pendampingan BRI, Pengrajin Tape Khas Malang Sukses Naik Kelas dan Perluas Pasar/Era Baru Kendaraan Otonom Tiba dan Siap Melesat Lebih Masif/Pemerintah Dorong Hilirisasi Nikel Masuk Fase Industri Produk Akhir/AS Klaim Ingin Negosiasi, Iran Sebut Sikap Washington Mulai Melunak/Usut Kegaduhan Penggeledahan Pesantren, Polri Terjunkan Divisi Propam/BMKG Catat 659 Gempa Mengguncang Jawa Timur Selama Oktober 2026/Gugatan NAACP Terkait Polusi Pusat Data xAI Resmi Dilanjutkan di Pengadilan/Denda Rp 2,1 Triliun Dinilai Belum Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor Pasar Modal/Kabut Asap Karhutla: Pemicu Ketegangan Diplomatik RI-Singapura/Film Peraih Palme d’Or Resmi Buka Gelaran Jakarta World Cinema 2026/
Memahami Pemilu Paruh Waktu AS: Panduan Sederhana untuk Pemula/Ford Rilis Janji Privasi Ungkap Transparansi Pengolahan Data Pengguna Mobil Pintar/Perjanjian Bebas Bea Masuk China dan Swis Mengakselerasi Peta Perdagangan Barang Mewah Global/Indonesia Desak Rusia Hentikan Perekrutan Warganya dalam Perang Ukraina/Kubu PPP Solid, Mardiono Pastikan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aman dari Pencopotan/Berkat Pendampingan BRI, Pengrajin Tape Khas Malang Sukses Naik Kelas dan Perluas Pasar/Era Baru Kendaraan Otonom Tiba dan Siap Melesat Lebih Masif/Pemerintah Dorong Hilirisasi Nikel Masuk Fase Industri Produk Akhir/AS Klaim Ingin Negosiasi, Iran Sebut Sikap Washington Mulai Melunak/Usut Kegaduhan Penggeledahan Pesantren, Polri Terjunkan Divisi Propam/BMKG Catat 659 Gempa Mengguncang Jawa Timur Selama Oktober 2026/Gugatan NAACP Terkait Polusi Pusat Data xAI Resmi Dilanjutkan di Pengadilan/Denda Rp 2,1 Triliun Dinilai Belum Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor Pasar Modal/Kabut Asap Karhutla: Pemicu Ketegangan Diplomatik RI-Singapura/Film Peraih Palme d’Or Resmi Buka Gelaran Jakarta World Cinema 2026/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Waspada Tren Koreksi, Analis Proyeksikan Harga Emas Berisiko Anjlok ke Level US$ 4.000

by Malang Today
October 7, 2026

Pasar komoditas global kembali menyaksikan pergerakan dinamis harga emas dunia yang mulai merambat naik setelah sempat tertekan hebat. Pada perdagangan Rabu (7/10/2026), harga komoditas logam mulia ini tercatat menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.168,04 per ons troi. Kendati demikian, para pelaku pasar mengimbau para investor untuk tetap waspada mengingat tren penurunan (bearish) secara keseluruhan dinilai belum sepenuhnya berakhir.

Analis Pasar StoneX, Fawad Razaqzada, mengungkapkan bahwa pemulihan harga emas dalam beberapa hari terakhir belum cukup solid untuk mengubah proyeksi jangka pendek. Meski pelemahan harga minyak bumi serta ekspektasi kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang lebih melunak (dovish) memberikan stimulus bagi emas untuk memantul (rebound), lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat masih menjadi penahan utama laju penguatan.

Zona Support Rentan dan Ancaman Tekanan Teknis

Secara teknikal, pergerakan emas saat ini tengah menguji area pertahanan atau zona support kunci di kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.120 per ons troi. Emas sebelumnya sempat merosot menembus level terendah mingguan di angka US$ 4.111 per ons troi sebelum akhirnya merangkak naik, terdorong oleh penurunan tipis pada yield Treasury dan harga minyak mentah.

Razaqzada menegaskan bahwa jalur dengan resistensi terendah untuk prospek jangka pendek emas masih condong ke arah penurunan (downside). Menurutnya, belum ada perubahan fundamental yang cukup signifikan untuk memastikan bahwa penguatan Dolar AS dan imbal hasil obligasi akan meredup dalam waktu dekat.

“Apabila zona support tersebut jebol pada penutupan grafik mingguan, maka proyeksi harga emas ke depan akan semakin tertekan ke zona bearish,” paparnya dalam analisis teknikal pasar.

Level Psikologis US$ 4.000 Jadi Benteng Terakhir

Para analis menyoroti angka US$ 4.000 per ons troi sebagai batas psikologis krusial sekaligus penentu arah tren jangka panjang. Jika harga emas terkoreksi tajam dan menembus batas ini secara meyakinkan, maka struktur tren naik (bullish) skala besar yang telah terbentuk sebelumnya berpotensi mengalami kerusakan signifikan.

Skenario terburuk memproyeksikan, jika harga emas terlebih dahulu menembus titik teknis US$ 4.106 per ons troi, maka harga berisiko terseret meluncur kembali menuju US$ 4.000 per ons troi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga akan terus melorot mendekati level terendah periode Juni di kisaran US$ 3.942 per ons troi.

Syarat Emas Kembali ke Tren Bullish

Kendati bayang-bayang koreksi masih mengintai, peluang bagi komoditas emas untuk membalikkan arah menuju tren menguat (bullish) tetap terbuka. Investor dan pelaku usaha perlu memantau ketat pergerakan harga pada area resistensi teknis.

Razaqzada menambahkan, aset aman (safe haven) ini setidaknya harus mampu menembus dan bertahan secara konsisten di atas zona resistance US$ 4.235 hingga US$ 4.282 per ons troi. Penembusan pada level tersebut menjadi syarat mutlak untuk menetralkan tekanan bearish jangka pendek sekaligus membuka jalan bagi Reli kenaikan harga berikutnya di pasar global.

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Memahami Pemilu Paruh Waktu As Panduan Sederhana Untuk Pemula

Memahami Pemilu Paruh Waktu AS: Panduan Sederhana untuk Pemula

by BBC Indonesia
November 2, 2026

Pahami konsep pemilu paruh waktu AS melalui panduan sederhana ini, mulai dari fungsi, anggota Kongres yang dipilih, hingga dampaknya.

Perjanjian Bebas Bea Masuk China Dan Swis Mengakselerasi Peta Perdagangan

Perjanjian Bebas Bea Masuk China dan Swis Mengakselerasi Peta Perdagangan Barang Mewah Global

by Malang Today
November 2, 2026

China dan Swiss sepakati bebas bea masuk fashion, membuka era baru perdagangan barang mewah yang lebih terjangkau bagi konsumen global.

Indonesia Desak Rusia Hentikan Perekrutan Warganya dalam Perang Ukraina

by Malang Today
November 2, 2026

Indonesia mendesak Rusia menghentikan perekrutan warganya untuk perang Ukraina demi keselamatan tentara bayaran dan hubungan kedua negara.

Kubu PPP Solid, Mardiono Pastikan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aman dari Pencopotan

by Malang Today
November 2, 2026

Pelajari alasan Mardiono pertahankan Agus Suparmanto dan Taj Yasin di PPP meski diterpa isu pemecatan demi menjaga stabilitas internal partai.

Pemerintah Dorong Hilirisasi Nikel Masuk Fase Industri Produk Akhir

by Malang Today
November 2, 2026

Pemerintah resmi mendorong hilirisasi nikel ke produk akhir untuk tingkatkan nilai tambah industri dan daya saing ekspor nasional.

AS Klaim Ingin Negosiasi, Iran Sebut Sikap Washington Mulai Melunak

by Malang Today
November 1, 2026

Iran sebut nada bicara AS kini berubah saat Washington berupaya buka jalur negosiasi diplomatik baru di tengah ketegangan kedua negara.

Usut Kegaduhan Penggeledahan Pesantren, Polri Terjunkan Divisi Propam

by Malang Today
November 1, 2026

Polri menerjunkan Propam untuk mengusut dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan pesantren yang memicu kegaduhan publik.

Denda Rp 2,1 Triliun Dinilai Belum Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor Pasar Modal

by Malang Today
November 1, 2026

Denda Rp 2,1 triliun belum cukup pulihkan kepercayaan investor pasar modal yang meredup akibat maraknya skandal manipulasi saham.

Kabut Asap Karhutla: Pemicu Ketegangan Diplomatik RI-Singapura

by Malang Today
November 1, 2026

Pelajari sejarah karhutla di Indonesia yang memicu ketegangan diplomatik dengan Singapura serta dampaknya bagi hubungan kedua negara di sini.

Harga BBM November Batal Naik, Pertamina dan SPBU Swasta Kompak Pertahankan Tarif

by Malang Today
November 1, 2026

Pertamina dan pengecer BBM swasta mempertahankan harga bahan bakar untuk November 2024 guna menjaga stabilitas pasar di Indonesia.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

8111
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.