Dorong Optimalisasi Planetarium Jakarta sebagai Ikon Wisata Edukasi Anak
Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemeliharaan berkala dan peningkatan fasilitas di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), khususnya Planetarium Jakarta. Langkah ini dinilai krusial guna mengembalikan fungsi vital sarana tersebut sebagai pusat wisata edukasi sains yang bersejarah dan interaktif bagi anak-anak sekolah di ibu kota.
Pernyataan tersebut mengemuka usai jajaran Komisi E DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan lapangan dan peninjauan langsung ke kawasan TIM, Jakarta Pusat. Fasilitas wahana antariksa yang telah berdiri puluhan tahun tersebut dinilai memiliki nilai historis dan edukatif tinggi yang tidak dimiliki oleh sembarang wilayah, sehingga keberadaannya wajib dirawat secara berkelanjutan.
Pentingnya Perawatan Berkala dan Peningkatan Fasilitas
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Koordinator Komisi E, Rany Mauliani, menekankan bahwa Planetarium Jakarta memiliki kenangan kuat sebagai sarana pendidikan ikonik lintas generasi. Menurutnya, revitalisasi kawasan TIM yang sudah megah saat ini harus diimbangi dengan manajemen pemeliharaan (maintenance) dan pembaruan (upgrade) fasilitas secara konsisten.
“Waktu saya kecil, ini adalah ikonnya pendidikan untuk anak-anak sekolah. Kawasan ini sudah luar biasa, sayang sekali kalau tidak dirawat dan ditingkatkan kualitasnya. Planetarium harus bisa menjadi ikon wisata edukasi utama bagi masyarakat DKI Jakarta,” ujar Rany di sela-sela peninjauan kawasan TIM.
Rany menambahkan, fasilitas edukasi antariksa semacam ini merupakan aset berharga yang sangat bernilai. Ia berharap Planetarium Jakarta terus bertransformasi agar generasi muda Jakarta saat ini dan masa depan tetap dapat menikmati ruang belajar luar sekolah yang memadai.
Perbaikan Kualitas Audio dan Variasi Konten Pembelajaran
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, memberikan sejumlah catatan evaluasi teknis terkait operasional Planetarium Jakarta. Meskipun menilai kondisi sarana secara umum sudah cukup baik, Subki soroti pentingnya peningkatan kualitas tata suara (sound system) serta peremajaan materi pertunjukan visual.
“Untuk Planetarium secara keseluruhan cukup bagus. Namun, ada sedikit masukan dari sektor tata suara yang terasa kurang maksimal. Selain itu, variasi film dan konten edukasinya kalau bisa ditingkatkan, jangan hanya terpaku pada satu konten agar anak-anak tidak bosan,” tutur Subki.
Ia menegaskan bahwa variasi materi pertunjukan antariksa yang dinamis akan menjadi daya tarik kuat bagi sekolah-sekolah untuk menjadikan wahana ini sebagai destinasi utama kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor learning). Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola kawasan dalam menyusun program pembenahan fasilitas pada tahun anggaran mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post