Atmosfer intelektual yang megah menyatu sempurna dengan romantisme busana tingkat tinggi saat rumah mode Italia, Valentino, menggelar peragaan busana terbarunya di Paris. Mengambil latar ruang baca bersejarah Bibliothèque Sainte-Geneviève yang dibangun pada abad ke-19, sang Direktur Kreatif, Alessandro Michele, meracik panggung runway bertajuk “Antibiblioteca”. Sebuah presentasi visual yang memadukan keanggunan literatur dengan ledakan estetika maksimalis yang berani dan menggugah selera gaya hidup modern.
Sinar matahari sore yang hangat menyambut kedatangan para ikon mode dan selebriti papan atas internasional. Tamu-tamu ternama seperti aktor Alexander Skarsgard, Cynthia Erivo, pengarah gaya terkemuka Law Roach, hingga model Yidan Huang tampak memegang buku kesayangan mereka saat menyapa jepretan kamera. Mereka duduk berjejer di sepanjang meja baca kayu jati yang dihiasi lampu-lampu hijau klasik, di bawah naungan atap besi berarsitektur rumit yang menjadi ciri khas perpustakaan legendaris tersebut.
Simfoni Warna dan Siluet Korset yang Memikat
Di antara deretan rak buku tua, para model melangkah anggun membawakan koleksi busana yang kaya akan kontras. Alessandro Michele menampilkan atasan korset sutra berpotongan ketat dengan pilihan warna eksplosif seperti biru terang, kuning kenari, hingga hot pink yang disandingkan secara berani dengan rok bawahan berwarna kontras. Rok dan kemeja berbahan renda halus dipercantik dengan sentuhan bulu burung unta pada bagian kelim, menghadirkan dinamika gerak yang dramatis namun tetap berkelas.
Siluet gaun tanpa tali turut mencuri perhatian, hingga akhirnya peragaan ditutup secara spektakuler oleh gaun panjang menyapu lantai berwarna merah khas—Valentino red—yang dihiasi pita hitam raksasa pada bagian belakang. Koleksi ini menegaskan kembali kemampuan Michele dalam mengolah warisan klasik menjadi deretan busana kapsul berdaya pikat tinggi bagi pencinta haute couture dunia.
Aksesori Maksimalis dan Sentuhan Tabrak Gaya
Sesuai dengan karakter estetika yang melekat padanya sejak memimpin rumah mode Gucci, Michele menghiasi setiap penampakan dengan aksesori yang megah. Kalung emas bergaya barok yang rumit, anting mutiara berukuran ekstra besar, serta perhiasan warna-warni menjadi pernyataan gaya yang tegas. Baik model wanita maupun pria tampak memikat membawa tas selempang hingga clutch persegi yang ditaburi ornamen manik-manik dan detail studs yang elegan.
Lini busana pria tak kalah mencuri perhatian lewat padu padan jas double-breasted yang dikancingkan separuh serta kemeja berbalut sekuin berkilau. Sentuhan kasual dan eksentrik hadir lewat penggunaan kacamata hitam berbingkai warna dan topi bisbol cerah bertuliskan ungkapan berani “VILLAIN TEEN”, menciptakan dialog gaya yang segar antara tradisi busana mewah dan budaya pop terkini.
Misi Kebangkitan Sang Maestro Modis
Sejak memegang kendali kreatif di rumah mode asal Roma ini pada Maret 2024, langkah Alessandro Michele terus menjadi sorotan utama industri mode global. Presentasi “Antibiblioteca” bukan sekadar pertunjukan estetika visual, melainkan juga sebuah momentum penting untuk membawa angin segar dan menguatkan kembali posisi Valentino di lanskap mode mewah internasional.
Dukungan penuh dari para pemegang saham utama—konsorsium Mayhoola dan grup barang mewah Prancis, Kering—memberikan ruang gerak yang luas bagi Michele untuk terus mengeksplorasi visi artistiknya. Lewat panggung Paris kali ini, Michele berhasil membuktikan bahwa perpaduan antara kejelian sejarah, seni literatur, dan keberanian mendobrak batasan gaya mampu melahirkan karya seni terpakai yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengukuhkan standar baru dalam industri gaya hidup kelas atas.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post