Sinyal Kuat di Tengah Badai: Menlo Ventures Resmi Suntik Factory, Start-up AI Pembuat Kode Bernilai Rp 77 Triliun
Lanskap persaingan kecerdasan buatan (AI) global kembali memanas, tidak hanya lewat inovasi teknologi, melainkan juga melalui adu gengsi dan modal di meja hijau modal ventura. Di tengah badai kontroversi yang sedang menerpa, Factory, sebuah start-up pionir AI pembuat kode (AI coding), baru saja mendapat suntikan amunisi baru yang sangat krusial. Raksasa modal ventura Menlo Ventures secara resmi mengumumkan investasinya ke dalam start-up yang kini memiliki valuasi fantastis sebesar USD 5 miliar (sekitar Rp 77,5 triliun) tersebut.
Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Matt Murphy, partner di Menlo Ventures. Meski Menlo enggan membeberkan nominal pasti investasi mereka, seorang sumber internal yang mengetahui kesepakatan ini membisikkan bahwa angka yang digelontorkan sangatlah signifikan dan bukan sekadar investasi formalitas. Menlo bahkan dilaporkan bersedia menyuntikkan dana lebih besar andai saja masih ada ruang tersisa dalam tabel kepemilikan saham (cap table) Factory pada putaran pendanaan teranyar ini.
Drama Spionase Industri dan Perang Dingin Para Kapitalis
Dalam kondisi normal, masuknya investor baru ke dalam putaran pendanaan yang diperpanjang adalah hal biasa di Silicon Valley. Namun, momentum investasi Menlo ini menjadi sangat krusial karena terjadi hanya berselang beberapa hari setelah Factory diguncang konflik internal yang sangat vulgar di ranah publik.
Pekan lalu, Co-founder dan CEO Factory, Matan Grinberg, memicu kegemparan setelah menuduh penasihat dewan direksinya, Chris Degnan (dari RPT Partners), melakukan spionase industri. Grinberg mengklaim telah memecat Degnan karena dicurigai membocorkan informasi rahasia Factory kepada kompetitor utamanya, Cognition. Kecurigaan ini menguat setelah Degnan diketahui menyeberang ke Cognition untuk menjabat sebagai Chief Revenue Officer (CRO).
Skandal ini langsung membelah jagat modal ventura global. Tokoh legendaris Silicon Valley, Vinod Khosla, yang firmanya (Khosla Ventures) ironisnya berinvestasi di Factory sekaligus Cognition, secara mengejutkan menyerang balik Grinberg. Khosla menuduh Grinberg berbohong, merusak reputasi Degnan, dan tanpa ragu menyebut Factory sebagai “kompetitor kelas dua yang sedang megap-megap”. Di sisi lain, Degnan membantah narasi pemecatan tersebut dan mengklaim dirinya mundur secara terhormat, bahkan sempat menolak tawaran pekerjaan tandingan dari Grinberg.
Validasi Krusial: Mengapa Factory Disebut “The Next Anthropic”
Di tengah narasi negatif yang diembuskan Khosla, dukungan penuh dan investasi nyata dari Menlo Ventures bertindak sebagai penangkis badai yang sangat kuat bagi Factory. Ini adalah pernyataan sikap yang tegas kepada pasar: Factory tidak sedang sekarat, melainkan memiliki fundamental teknologi dan relasi pelanggan yang sangat solid.
Reputasi Menlo Ventures dalam mengendus start-up AI berpotensi tinggi memang tidak perlu diragukan. Matt Murphy adalah sosok di balik keputusan berani Menlo saat mempertaruhkan reputasi firmanya untuk mendanai Anthropic di masa-masa awal—ketika publik masih menganggap Anthropic tidak akan mampu menandingi dominasi OpenAI. Taruhan tersebut terbukti sukses besar dan membawa Menlo ke dalam jajaran elit investor AI global.
Keberhasilan rekam jejak inilah yang membuat sejumlah pelaku industri modal ventura kini mulai menjuluki Factory sebagai “the next Anthropic”. Kehadiran Menlo di sisi Factory diyakini akan mengubah peta persaingan sistem otomatisasi rekayasa perangkat lunak berbasis AI secara drastis.
Konsolidasi Kekuatan Baru Menantang Dominasi
Langkah berani Menlo Ventures ini langsung disambut hangat oleh para investor awal Factory. Shaun Maguire, partner di Sequoia Capital yang sebelumnya pasang badan membela Grinberg di media sosial X, menyatakan antusiasmenya atas bergabungnya Menlo. Maguire menyebut bahwa Menlo saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya dalam mengendus teknologi masa depan.
Satu hal yang patut digarisbawahi dalam peta persaingan ini: berbeda dengan Khosla Ventures yang bermain di dua kaki, Menlo Ventures sama sekali tidak memiliki kepemilikan saham di Cognition. Dengan keberpihakan yang jelas dan suntikan modal segar di angka valuasi Rp 77 triliun, Factory kini memiliki bahan bakar yang lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pengekor, melainkan pemimpin masa depan dalam revolusi AI coding global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post