Memperkuat Armada Laut, TNI Angkatan Laut Resmi Operasikan KRI Sriwijaya-100
Kekuatan pertahanan maritim Indonesia kembali mendapat amunisi baru dengan masuknya KRI Sriwijaya-100 ke dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut. Kapal militer yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi milik Italia tersebut secara resmi berpindah kepemilikan dan berganti bendera menjadi Sang Saka Merah Putih melalui prosesi reflagging di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Langkah strategis ini menandai komitmen Indonesia dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapabilitas pertahanan di wilayah perairan Nusantara. Penambahan alutsista berukuran besar ini diharapkan mampu memperkuat patroli serta menjaga kedaulatan wilayah laut nasional dari berbagai ancaman geostrategis.
Filosofi Kejayaan Maritim Nusantara dan Kesiapan Operasional
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa penamaan KRI Sriwijaya-100 diambil dari nama salah satu kerajaan maritim terbesar yang pernah berjaya di Nusantara. Pemilihan nama ini memuat pesan historis yang mendalam bagi kebangkitan kekuatan laut Indonesia.
“Dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali saat memberikan keterangan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Untuk menunjang tugas operasionalnya, kepemimpinan KRI Sriwijaya-100 dipercayakan kepada Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan. Saat ini, kapal tersebut masih dilengkapi dengan sistem peralatan komunikasi berstandar NATO guna mendukung efektivitas navigasi dan koordinasi taktis di lapangan.
Pengawakan dan Pelatihan Intensif Prajurit
Pengoperasian penuh kapal berukuran besar ini didukung oleh 400 prajurit TNI AL yang bertindak sebagai awak kapal. Untuk memastikan kesiapan teknis dan penguasaan teknologi kapal secara optimal, seluruh personel telah melalui serangkaian program pelatihan khusus.
Dari total personel yang ditugaskan, sebanyak 100 prajurit mendapat kesempatan mempelajari alutsista tersebut secara langsung di Italia. Sementara itu, 300 prajurit lainnya menjalani pelatihan intensif di dalam negeri untuk menyelaraskan standar operasional prosedur penugasan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post