Sistem Kemudi Otonom Pasang-Lapis Comma.ai Dihantam Investigasi Federal Usai Kematian Tiga Pengemudi
Mimpi mewujudkan pengemudian tanpa kendali penuh kembali menelan korban jiwa dan memicu alarm bahaya di regulator keselamatan jalan raya. Comma.ai, perusahaan rintisan perangkat keras dan perangkat lunak otonom yang didirikan oleh peretas kenamaan George Hotz, kini resmi berada di bawah penyelidikan ketat pemerintah federal Amerika Serikat. Investigasi ini dibuka setelah mencuatnya laporan lima insiden kecelakaan fatal yang melibatkan teknologi pembantu pengemudi (driver assistance) rakitan mereka, di mana dua di antaranya menewaskan tiga orang dan mencederai belasan lainnya.
Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) melalui Kantor Penyelidikan Cacat Produksi (ODI) mengonfirmasi bahwa rentetan kecelakaan tersebut dipicu oleh kegagalan sistem Comma.ai dalam mendeteksi serta merespons kendaraan lain yang bergerak lambat atau berhenti secara mendadak di lajur yang sama. Selain korban jiwa, dampak dari empat insiden di antaranya menyebabkan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Celah Modifikasi ‘Fork’ dan Kegagalan Sensor Fatal
Salah satu sorotan utama dalam investigasi ini adalah penggunaan versi perangkat lunak yang telah dimodifikasi atau dikenal dengan istilah forked software. Hasil temuan awal ODI mengindikasikan bahwa beberapa kecelakaan maut tersebut melibat pengemudi yang mengoperasikan perangkat Comma.ai menggunakan sistem operasi turunan pihak ketiga, bukan versi murni dari pabrikan.
Salah satu insiden paling tragis teridentifikasi terjadi pada Februari 2026 di Ascension Parish, Louisiana. Sebuah mobil Toyota RAV4 keluaran 2022 yang dilengkapi perangkat Comma.ai dan menjalankan sistem FrogPilot—sebuah varian third-party fork dari platform utama openpilot—menghantam keras kendaraan petugas tanggap darurat yang sedang berhenti di tengah jalan. Kepolisian Negara Bagian Louisiana mengonfirmasi bahwa benturan hebat tersebut menewaskan dua penumpang di kursi belakang secara seketika.
Ambisi ‘Make Driving Chill’ yang Menabrak Realitas Keselamatan
Didirikan pada tahun 2015, Comma.ai mengambil pendekatan unik dan disruptif di industri otomotif dengan menjual perangkat keras aftermarket yang dapat dipasang di berbagai lini mobil modern. Mengandalkan perangkat lunak bersumber terbuka bernama openpilot, teknologi ini dirancang untuk mengambil alih kontrol Adaptive Cruise Control (ACC) dan Automated Lane Centering (ALC)—memberikan kemampuan kemudi otonom yang diklaim setara dengan fitur premium seperti Tesla Autopilot atau GM Super Cruise.
Meskipun promosi pemasaran Comma.ai mengklaim bahwa sistem openpilot mampu mengemudi, mengorbankan percepatan, hingga mengerem secara otomatis terhadap objek di lajur yang sama, fakta di lapangan menunjukkan batas kompromi keselamatan yang mengkhawatirkan. Comma.ai sendiri menyertakan klausul bahwasanya pengemudi wajib menyiagakan tangan dan mengambil alih kemudi secara manual kapan saja. Perangkat mereka menggunakan kamera pemantau internal untuk mendeteksi pengemudi yang mengantuk atau terdistraksi, namun efektivitas pengawasan tersebut kini dipertanyakan besar-besaran oleh tim investigator federal.
Hingga saat ini, pihak Comma.ai belum memberikan tanggapan resmi terkait pembukaan investigasi tersebut. George Hotz, pendiri berkarisma yang telah mengundurkan diri dari operasional harian perusahaan sejak akhir 2022 untuk fokus pada proyek kecerdasan buatan lainnya, juga memilih untuk tidak memberikan komentar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post