Menilik Jejak Pangan di Balik Lensa: PFI Malang Gelar Pameran di Kayutangan
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang resmi membuka pameran foto bertajuk “Tanah, Pangan, dan Harapan” di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang. Perhelatan yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat Malang Raya untuk kembali menghargai proses panjang di balik setiap butir pangan yang tersaji di meja makan.
Ketua PFI Malang, Darmono, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan sekitar 120 karya foto yang terangkum dalam 24 cerita visual. Sebanyak 21 pewarta foto terlibat dalam proyek kurasi ini, menyuguhkan potret realitas dari berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk Kota dan Kabupaten Malang.
Refleksi Hubungan Manusia dan Tanah
Tema “Tanah, Pangan, dan Harapan” dipilih sebagai pengingat mendalam akan ketergantungan manusia terhadap alam. Darmono menegaskan bahwa setiap elemen pangan—mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga pengelolaan sampah makanan—memiliki narasi yang layak untuk dipahami publik.
“Kita berasal dari tanah, makan dari tanah juga. Sudah seharusnya kita melihat orang-orang yang berkecimpung di sana. Harapannya, kita mampu menjaga alam ini agar tanah tetap nyaman ditinggali untuk anak cucu kita nanti,” ungkap Darmono.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah dokumentasi mengenai pengelolaan sisa makanan dari hotel. Foto tersebut memberikan perspektif baru tentang bagaimana limbah makanan dapat diolah kembali agar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menekan angka pemborosan pangan.
Pasar Gadang dan Harapan Distribusi Pangan
Dalam pameran ini, terdapat sorotan khusus terhadap Pasar Gadang. Sebagai salah satu pasar induk strategis di Kota Malang, pasar ini menjadi urat nadi distribusi pangan bagi warga Malang Raya. PFI Malang menangkap momentum perbaikan infrastruktur pasar tersebut sebagai simbol harapan baru.
“Ada harapan besar bahwa distribusi pangan akan semakin lancar dan nyaman, baik bagi pembeli maupun penjual, setelah sekian lama pasar ini tidak tersentuh perbaikan,” tambahnya.
Ruang Publik untuk Edukasi
Pemilihan Gedung Parkir Kayutangan sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Kawasan yang menjadi pusat aktivitas warga Kota Malang ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan menempatkan karya seni di ruang publik, PFI Malang ingin masyarakat memahami bahwa proses produksi pangan bukanlah hal yang sederhana.
Pameran ini berlangsung selama empat hari dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis. Selain menikmati karya visual, pengunjung juga dapat mengikuti rangkaian diskusi mengenai ketahanan pangan dan bedah karya yang diselenggarakan hingga Sabtu mendatang.
Melalui pameran ini, PFI Malang berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan, menghargai jasa para petani, serta semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan demi keberlangsungan pangan di masa depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post