Strategi Adleeva Perkuat Komunikasi Digital di Tengah Tren Industri Kecantikan
Adleeva, jenama perawatan kulit lokal asal Bandung yang telah berkiprah sejak 2016, kini semakin agresif memperkuat strategi komunikasi melalui platform media sosial. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran perilaku konsumen yang menjadikan media sosial sebagai referensi utama dalam memilih produk kecantikan.
Berdasarkan data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026, TikTok mendominasi sebagai platform yang paling sering diakses masyarakat Indonesia dengan porsi 31,8 persen. Tren ini diikuti oleh Facebook sebesar 29,4 persen dan Instagram 27,7 persen. Tingginya angka akses ini didorong oleh dominasi generasi Z dan milenial yang menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama mengenai bahan aktif, rutinitas perawatan kulit, hingga tren kecantikan terkini.
Edukasi Konsumen di Tengah Arus Informasi
Founder Adleeva, Lilis T, menyoroti bahwa kemudahan akses informasi di era digital membawa tantangan tersendiri bagi konsumen. Menurutnya, konsumen saat ini dituntut untuk lebih kritis dalam memilah informasi agar tidak sekadar mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan kulit mereka yang sebenarnya.
“Tantangannya adalah bagaimana konsumen bisa mendapatkan informasi yang membantu mereka memahami kebutuhan kulit, bukan hanya mengikuti produk atau tren yang sedang ramai,” ujar Lilis.
Sebagai upaya memberikan solusi, Adleeva tidak hanya fokus pada pengembangan produk yang telah terdaftar di BPOM, tetapi juga mengintegrasikan layanan klinik dan edukasi. Rangkaian produk Adleeva kini mencakup berbagai kebutuhan spesifik, mulai dari pembersih wajah, pelembap, hingga produk perawatan intensif seperti Flawless Brightening Booster Serum untuk kulit kusam, serta rangkaian khusus untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan dini.
Kolaborasi Kreator melalui Program Adleeva Skinfluencer 3.0
Untuk mempererat hubungan dengan konsumen, Adleeva mengadopsi pendekatan kolaboratif dengan melibatkan komunitas kreator konten. Inisiatif ini diwujudkan melalui program Adleeva Skinfluencer 3.0 yang diluncurkan pada pertengahan 2026. Program ini dirancang sebagai wadah bagi para kreator untuk bergabung dalam ekosistem brand sekaligus mendapatkan dukungan pengembangan konten.
Melalui program open affiliate berkala tersebut, para kreator mendapatkan sejumlah keuntungan, di antaranya komisi penjualan hingga 15 persen, akses produk gratis, serta kesempatan untuk memperluas jejaring dan pengetahuan di industri kecantikan. Lilis menegaskan bahwa keterlibatan kreator adalah kunci untuk membangun komunikasi yang lebih personal dan relevan dengan audiens di media sosial.
“Bagi Adleeva, keterlibatan dengan kreator menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan konsumen. Pendekatan ini menjadi cara kami hadir dalam percakapan mengenai perawatan kulit yang berlangsung di media sosial,” pungkas Lilis.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post