Langkah Tegas Disdikbud Kota Malang Pasca-Insiden di SMPN 18
Dugaan tindakan kekerasan fisik dan verbal yang menimpa siswa di SMPN 18 Kota Malang memicu reaksi keras dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang secara resmi mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penggunaan seragam lurik di seluruh satuan pendidikan di Kota Malang.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan lingkungan sekolah di Kota Pendidikan ini tetap kondusif, aman, dan terbebas dari segala bentuk intimidasi maupun pemaksaan terhadap peserta didik.
Disdikbud: Tidak Boleh Ada Pemaksaan Aturan Seragam
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menegaskan bahwa pihak dinas sebenarnya telah berulang kali memberikan instruksi kepada seluruh kepala sekolah agar tidak membebani siswa maupun orang tua terkait urusan seragam. Menurutnya, imbauan untuk bersikap fleksibel dan humanis sudah sering disampaikan dalam berbagai kesempatan.
“Dari kami sudah selalu menyarankan, tidak ada pemaksaan,” ujar Suwarjana saat memberikan keterangan di Kota Malang, Selasa (29/9/2026).
Ia menyayangkan penerapan aturan seragam di tingkat sekolah justru berujung pada dugaan tindakan yang merugikan siswa. Suwarjana mengakui bahwa pengawasan selama ini lebih difokuskan pada kelengkapan seragam nasional dan kepramukaan.
Fokus Pengecekan pada Penggunaan Seragam Lurik
Berdasarkan penelusuran awal, dinamika yang berujung pada persoalan di lapangan bukan dipicu oleh atribut utama seperti seragam biru-putih atau pramuka, melainkan seragam khas daerah berupa lurik. Hal inilah yang mendorong Disdikbud Kota Malang untuk menerjunkan tim guna melakukan uji petik dan verifikasi langsung ke lapangan.
“Ternyata di sekolah kami justru malah sedikit memaksa. Ini evaluasi juga buat kami, kami harus cross-check ke bawah. Bukan biru putihnya dan bukan pramukanya, tapi luriknya. Saya kan enggak pernah mengira kalau ini,” beber Suwarjana.
Melalui evaluasi total ini, Disdikbud Kota Malang berkomitmen memperketat pengawasan agar setiap kebijakan sekolah—termasuk pelestarian budaya lokal melalui pakaian adat—diterapkan secara bijak, tanpa mengabaikan hak-hak anak serta prinsip pendidikan yang ramah dan inklusif di Malang Raya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post