Perilaku pencinta produk kecantikan (beauty enthusiast) di Indonesia kini mengalami pergeseran signifikan. Memilih produk kecantikan tidak lagi sekadar mengikuti tren viral di media sosial, melainkan telah bergeser menjadi bentuk eksplorasi personal yang mendalam. Fenomena ini direspons oleh platform ritel kecantikan ternama, Sociolla, dengan merilis daftar kurasi bertajuk Sociolla 100 Hotlist 2026 sebagai ajang pembuka menuju gelaran penghargaan tahunan Sociolla Awards 2026.
Mengusung tema “Choice. Culture. Icons. — Defining Beauties Forward”, daftar tersebut merangkum 100 produk pilihan yang berhasil dikurasi dari 25 kategori, mencakup perawatan kulit (skincare), riasan wajah (makeup), perawatan tubuh (body care), hingga wewangian (fragrance). Proses seleksi ini tidak hanya mengukur tingkat popularitas semata, melainkan juga memadukan pengalaman nyata pengguna, performa merek, analisis data konsumen, serta arah perkembangan tren industri kecantikan nasional.
Pendekatan Berbasis Data dan Pengalaman Pengguna
Co-founder & CMO Social Bella Indonesia, Chrisanti Indiana, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data ini diambil karena arah perkembangan industri kecantikan saat ini sangat dipengaruhi oleh keputusan dan preferensi konsumen secara riil.
“Pengakuan dalam Sociolla Awards tidak hanya tentang produk yang populer, tetapi tentang memahami apa yang benar-benar relevan bagi konsumen,” ujar Chrisanti Indiana. Ia menambahkan bahwa perusahaannya menggabungkan ulasan pengguna asli (real user review), performa merek, serta analisis tren dari SOCO Insight Factory untuk memetakan produk yang benar-benar memiliki tempat dalam rutinitas harian masyarakat.
Lonjakan Kategori Wewangian dan Perubahan Tren Konsumsi
Berdasarkan data internal perusahaan, terdapat pergerakan pertumbuhan minat konsumen yang cukup dinamis di berbagai kategori produk kecantikan. Kategori wewangian (fragrance) mencatatkan lonjakan paling drastis dengan kenaikan pembelian mencapai 144 persen. Sementara itu, kategori riasan wajah (makeup) tumbuh sebesar 44 persen, diikuti perawatan rambut (hair care) sebesar 20 persen, perawatan kulit (skincare) sebesar 18 persen, dan perawatan tubuh (body care) sebesar 10 persen.
Perubahan pola konsumsi ini menjadi acuan utama dalam menyusun dan mengembangkan kategori penghargaan setiap tahunnya, sekaligus mencerminkan semakin beragamnya cara masyarakat Indonesia dalam merawat diri dan mengekspresikan identitas melalui produk kecantikan.
Keterlibatan Publik Melalui Tahap Voting
Memasuki fase berikutnya, 100 produk yang telah lolos kurasi kini diserahkan kembali kepada publik melalui tahap pemungutan suara (voting) secara daring. Seluruh pengguna terdaftar atau SOCO Member diberikan kesempatan untuk menentukan produk favorit mereka berdasarkan pengalaman penggunaan secara personal.
Proses pemungutan suara berlangsung melalui situs resmi mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Setiap anggota wajib memilih minimal satu produk pilihan di setiap kategori. Puncak penganugerahan dan pengumuman pemenang Sociolla Awards 2026 dijadwalkan bakal digelar pada 19 November 2026 mendatang.
“Kecantikan selalu dimulai dari pilihan. Ketika pilihan tersebut dilakukan oleh banyak orang, pilihan itu dapat menciptakan tren, membentuk kebudayaan, dan menjadikan produk tertentu sebagai bagian dari keseharian konsumen,” pungkas Chrisanti Indiana, sembari menegaskan bahwa ajang ini dirancang untuk membaca bagaimana suara konsumen turut membentuk lanskap industri kecantikan di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post