JAKARTA — Sektor pendidikan terus menjadi fondasi utama dalam mempererat hubungan diplomatik dan kebudayaan antara Malaysia dan Indonesia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam perhelatan Crux Malaysia-Indonesia Academic Forum 2026 yang berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026).
Forum internasional yang digagas oleh Crux Institute ini berhasil menghimpun lebih dari 200 pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan perguruan tinggi, pejabat pemerintah, organisasi profesi, hingga kalangan industri. Pertemuan lintas sektor ini difokuskan pada penguatan kerja sama riset dan pendidikan pascasarjana demi mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global.
Pendidikan Sebagai Jembatan Diplomasi dan Inovasi
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyambut positif maraknya inisiatif promosi dan kolaborasi pendidikan antara kedua negara tetangga tersebut. Dalam pidato pembukanya, ia menekankan bahwa pendidikan memegang peran vital dalam akselerasi teknologi serta pembentukan industri berbasis pengetahuan.
“Ini langkah yang sangat baik. Pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia, kemajuan teknologi, inovasi, dan industri berbasis pengetahuan,” ujar Dato’ Muzafar Shah Mustafa.
Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jaringan riset, memperluas akses studi pascasarjana, serta mempererat konektivitas antarakademisi dan mahasiswa. “Ini menjadi lokasi bertemunya banyak pihak dan membawa kebaikan, baik untuk Malaysia maupun Indonesia,” tegasnya.
Membangun Ekosistem Pendidikan yang Inklusif dan Relevan
Sementara itu, Ketua Crux Institute, Raja Muzafar, menjelaskan bahwa pihaknya bertekad meruntuhkan sekat-sekat antarlembaga dengan membangun ekosistem terpadu yang menghubungkan perguruan tinggi langsung dengan dunia industri dan praktisi profesional.
Menurut Raja Muzafar, pendidikan tinggi tingkat pascasarjana saat ini dituntut untuk lebih fleksibel, inklusif, serta mampu beradaptasi cepat terhadap dinamika pasar kerja dan lompatan teknologi.
“Crux didirikan atas keyakinan sederhana bahwa pendidikan menjadi lebih berdaya ketika institusi, peneliti, profesional, dan industri saling terhubung, alih-alih bekerja secara terisolasi,” ungkapnya.
Kerja Sama Konkret dan Penandatanganan Kesepakatan
Tidak sekadar menjadi ajang diskusi, forum akademik ini ditandai dengan pertukaran kesepakatan kerja sama resmi antara Crux Institute dan lima universitas terkemuka di Indonesia. Kemitraan strategis ini mencakup pertukaran akademisi, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengembangan profesional jangka panjang.
Selain pembahasan mengenai integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam kurikulum dan manajemen fasilitas, forum ini juga menaruh perhatian khusus pada pengembangan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Rangkaian agenda diplomasi pendidikan ini berlanjut dengan pameran pendidikan pascasarjana yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, guna memberikan akses informasi langsung bagi para calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di berbagai universitas unggulan Malaysia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post