Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan catatan positif setelah berhasil menguat tipis terhadap dolar AS pada Jumat (9/10/2026). Performa tangguh mata uang Garuda ini terwujud di tengah membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) domestik serta dinamika geopolitik global yang dinamis di Timur Tengah.
Berdasarkan data transaksi pasar uang, rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp 17.899 per dolar AS. Posisi ini membaik dibandingkan penutupan sesi sebelumnya yang berada di level Rp 17.915 per dolar AS.
Kinerja APBN dan Kenaikan Pendapatan Negara
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa apresiasi rupiah terjadi di tengah rilis data fiskal terbaru Indonesia. Laporan APBN mencatat defisit sebesar Rp 319 triliun atau setara 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per September 2026.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan bahwa pendapatan negara mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 25 persen secara tahunan (year-on-year), sementara belanja pemerintah meningkat 19 persen. Secara kumulatif, total pendapatan negara telah merealisasikan Rp 2.341,5 triliun, atau sekitar 74,2 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 3,153,6 triliun.
Ketegangan AS-Iran dan Sentimen Bank Sentral Global
Dari arena global, ketahanan rupiah bertahan di tengah eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus dipantau pelaku pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah melangsungkan diskusi produktif dengan Tehran, seraya menegaskan tidak ada rencana aksi militer sebelum pemilu sela Kongres AS pada 3 November 2026.
Di sisi lain, media Iran Tasnim melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi yang menyebutkan bahwa pihak Tehran sedang mengkaji respons Washington terkait usulan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tenggat waktu seminggu.
Sementara itu dari ranah kebijakan moneter, ketidakpastian arah suku bunga AS masih menjadi fokus utama investor. Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga acuan lanjutan masih diperlukan, meski The Fed tetap membuka fleksibilitas terkait laju pengetatan moneter tersebut.
Pergerakan Mata Uang Regional dan Utama
Selain terhadap dolar AS, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan kawasan mencatatkan level penutupan variatif pada perdagangan Jumat. Dolar Singapura diperdagangkan di level Rp 13.982, sementara yen Jepang berada di posisi Rp 113,25.
Adapun untuk mata uang Barat lainnya, dolar Australia tertahan di level Rp 12.488 dan mata uang kawasan Eropa, euro, ditransaksikan pada kisaran Rp 20.078.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post