Jalan prestisius Via Montenapoleone nomor 18 di Milan baru saja menjadi saksi babak baru keanggunan klasik Italia. Rumah penjahitan legendaris asal Napoli, Rubinacci, resmi memperluas cakrawala estetikanya dengan meluncurkan koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) perempuan perdana. Dikemas melalui presentasi co-ed runway berkonsep trunk show yang intim, jenama yang kini dinakhodai oleh Luca Rubinacci bersama saudari-saudarinya—Chiara, Alessandra, dan Marcella—menghadirkan esensi gaya hidup sartorial murni bagi pria maupun wanita kontemporer.
Evolusi Siluet Sartorial Neapolitan untuk Perempuan
Langkah ekspansi ini sejatinya bukanlah hal yang sepenuhnya asing bagi dinasti mode tersebut. Sentuhan perdana pada busana wanita telah berakar sejak era 1980-an dan 1990-an, ketika sang ibu merancang busana adibusana eksklusif untuk kalangan elite sosial Napoli. Namun, tingginya permintaan atas setelan berpotongan sempurna mendorong rumah mode ini mentransformasikannya ke dalam lini ready-to-wear yang lebih dinamis.
Koleksi debut ini meminjam kode gaya maskulin khas Rubinacci yang didekonstruksi secara anggun mengikuti lekuk tubuh perempuan. Pusat perhatian tertuju pada double-breasted blazer bersiluet tegas dan bervolume lapang, memancarkan aura power dressing yang berani. Tampilan tersebut dipadukan harmonis dengan celana berpinggang tinggi (high-waisted) beraksen lipit (pleats) serta potongan kaki yang variatif, menghadirkan fluiditas gerakan yang memikat.
Kemewahan Material Arsip dan Tekstil Premium
Eksplorasi material tetap menjadi jiwa dari setiap helai busana yang ditampilkan. Rubinacci memilih wol Tasmania berbobot mantap untuk memberikan jatuhan siluet yang presisi, bersanding dengan linen Italia berkualitas tinggi yang siap mendominasi musim panas. Menariknya, sejumlah tekstur eksklusif diambil langsung dari arsip vintage Rubinacci dan diproduksi dalam kuantitas terbatas, memberikan nilai historis bagi para kolektor mode.
Koleksi musim semi/panas mendatang ini dijadwalkan hadir di butik-butik utama Rubinacci di Napoli, Milan, dan London, kanal digital resmi, serta retailer mewah multibrand Communitè di Turki. Dengan proyeksi perolehan pendapatan mencapai sembilan juta euro, jenama ini tetap setia mengandalkan pertumbuhan organik yang ditopang oleh kualitas prima dan reputasi dari mulut ke mulut, melayani pasar setia mereka mulai dari Italia, Amerika Serikat, hingga Hong Kong.
Tribute Emosional dan Warisan Busana Bersejarah
Bertajuk Lifestyle Journey, peluncuran ini sengaja dihelat bertepatan dengan hari kelahiran mendiang Mariano Rubinacci—figur sentral generasi kedua sekaligus ayah Luca yang berpulang Februari lalu. Momen penuh haru ini kian bermakna dengan hadirnya pameran kurasi arsip dari Museum Rubinacci di ruang presentasi Milan.
Di antara mahakarya yang dipamerkan, publik disuguhi mantel wol double-breasted nuansa putih-kelabu rancangan tahun 1936 milik Raja Umberto dari Savoy, serta setelan tailcoat malam ikonis tahun 1935 yang pernah dikenakan sineas Vittorio De Sica dalam film legendaris Il Signor Max (1937). Sejak didirikan di Napoli pada 1932 oleh Gennaro Rubinacci, rumah mode ini konsisten menjadi rujukan gaya tokoh-tokoh terkemuka dunia, mulai dari Gianni Agnelli, tenor legendaris Luciano Pavarotti, Luca Cordero di Montezemolo, hingga sastrawan Curzio Malaparte.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post