Pasar saham Indonesia kembali menyajikan dinamika menarik jelang pembukaan perdagangan. Berdasarkan analisis teknikal dan keterbukaan informasi emiten, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan tiga saham pilihan yang berpotensi memberikan imbal hasil positif bagi para investor pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Tiga emiten yang masuk dalam radar rekomendasi transaksi harian tersebut adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Indo Acidatama Tbk (SRSN).
Kombinasi antara sinyal teknikal yang menguat serta sentimen korporasi—mulai dari kucuran fasilitas pinjaman ekspansif, pembagian dividen interim, hingga dinamika perombakan manajemen—menjadi katalis utama pergerakan ketiga saham tersebut di lantai bursa.
UNTR: Lompatan Harga dan Katalis Manis Dividen Interim
Performa impresif ditunjukkan oleh saham UNTR yang mencatatkan lonjakan tajam sebesar 7,55% hingga menyentuh level 27.075. Lonjakan harga ini dikonfirmasi oleh peningkatan volume transaksi yang signifikan serta keberhasilan harga menembus level resistance di 26.400, mengindikasikan fase penguatan jangka pendek yang solid.
Secara teknikal, pergerakan saham anak usaha Astra ini telah kembali merangkak naik di atas indikator Moving Average 20 hari (MA20) pada level 25.381, seiring dengan indikator MACD yang mulai menunjukkan pembalikan arah menguat. Selama pergerakan harga mampu bertahan kokoh di atas area support breakout 26.400, saham UNTR berpotensi melanjutkan reli teknikal untuk menguji area resistance Fibonacci pada rentang 27.377 hingga 27.856.
Aksi korporasi turut memperkuat daya tarik saham ini. Manajemen UNTR resmi mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 430 per saham pada 28 September 2026. Keputusan ini diproyeksi menjadi pemantik utama bagi investor pemburu dividend yield, sekaligus mengonfirmasi posisi permodalan dan kapasitas distribusi kas perusahaan yang sangat sehat.
EMAS: Momentum Rebound di Tengah Ekspansi Capex Rp 6,45 Triliun
Dari sektor pertambangan dan hilirisasi, saham EMAS terpantau bergerak di level 7.725 usai mengalami pantulan teknikal (rebound) dari area support kuat 7.445. Pemulihan ini turut didukung oleh indikator MACD yang mulai menunjukkan tren perbaikan grafis.
Selama pergerakan saham EMAS mampu menjaga konsolidasi di atas batas bawah 7.445, ruang kenaikan terbuka lebar menuju target level psikologis 7.800 hingga 8.000.
Langkah ekspansif turut membayangi pergerakan emiten ini. Pada 25 September 2026, EMAS resmi menyalurkan fasilitas pinjaman jumbo hingga Rp 6,45 triliun kepada PT Pani Industri Nusantara. Kucuran dana segar ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) serta operasional. Meski mencerminkan kebutuhan pendanaan yang terbilang besar, langkah strategis ini dinilai memperkokoh fondasi ekspansi bisnis emiten dalam jangka panjang.
SRSN: Pertahankan Tren Bullish dan Penyesuaian Manajemen
Sementara itu, emiten manufaktur kimia SRSN masih konsisten menjaga posisi di jalur tren naik (bullish) pada level 134. Saham SRSN sukses bertahan di atas rentang batas MA20 di level 114 serta area breakout sebelumnya pada kisaran 108–116. Dengan indikator MACD yang terus bertahan di zona positif, rekomendasi teknikal untuk SRSN adalah trading buy.
Target kenaikan terdekat untuk saham SRSN dipatok pada rentang 137 hingga 143. Apabila tekanan beli mampu membawa harga menembus (breakout) level 143, maka laju saham ini berpeluang berlanjut menuju area target berikutnya di level 150.
Di sisi internal perusahaan, SRSN melaporkan pengunduran diri Sharad Ganesh Ugrankar dari jabatannya sebagai Direktur Independen per 30 September 2026. Manajemen memastikan transisi kepemimpinan ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan, di mana efektivitas keputusannya akan difinalisasi melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post