SAN DIEGO — Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya berlabuh kembali di pangkalan utamanya di San Diego, California, pada Kamis (8/10). Kepulangan ini menandai berakhirnya masa penugasan panjang selama hampir 11 bulan di kawasan Timur Tengah, yang turut melibatkan berbagai operasi tempur langsung terhadap Iran.
Penugasan Tanpa Jeda Selama 265 Hari
Berdasarkan keterangan resmi dari Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM), penempatan kali ini mencatatkan rekor ketahanan operasi yang signifikan. Kapal induk kelas Nimitz tersebut tercatat berada di lautan lepas selama 265 hari berturut-turut tanpa sekalipun singgah di pelabuhan untuk berlabuh atau bersandar.
Selama periode penugasan yang intensif tersebut, USS Abraham Lincoln membawa lebih dari 5.000 personel yang terdiri dari prajurit pelaut dan marinir, yang tergabung dalam kelompok tempur kapal induk (Carrier Strike Group).
Fokus Keamanan Regional dan Ketegangan di Timur Tengah
Kehadiran USS Abraham Lincoln di wilayah operasional Komando Pusat AS menjadi krusial dalam merespons dinamika keamanan dan meningkatnya ketegangan militer dengan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok tempur ini bertugas menjaga stabilitas jalur pelayaran komersial internasional serta memberikan daya gentar (deterrence) strategis di kawasan tersebut.
Dengan kepulangan USS Abraham Lincoln ke San Diego, ribuan personel militer yang terlibat kini berkumpul kembali dengan keluarga mereka setelah menyelesaikan salah satu misi penempatan terpanjang dalam sejarah operasi kapal induk modern AS.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post