Kinerja konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksikan bakal mencetak rekor baru dengan target laba bersih mencapai Rp 360 triliun pada 2026. Lompatan perolehan laba ini dinilai akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui mekanisme investasi ulang (re-investment) serta kemitraan strategis.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN, Dony Oskaria, menyatakan optimismenya terhadap tren penyehatan dan perbaikan efisiensi yang tengah berlangsung di tubuh BUMN. Menurutnya, pembenahan tata kelola secara berkelanjutan telah membuahkan hasil signifikan yang akan terefleksi pada perolehan laba konsolidasi beberapa tahun ke depan.
Mesin Pertumbuhan Ekonomi dan Reinvestasi Strategis
Dony menjelaskan bahwa perolehan laba bersih sebesar Rp 360 triliun tersebut tidak sekadar menjadi angka pembukuan, melainkan bakal difungsikan sebagai pendorong utama roda perekonomian. Sebagian dari laba tersebut akan dialokasikan dalam bentuk dividen dan diinvestasikan kembali untuk mendanai berbagai proyek strategis nasional.
Kendati memiliki modal internal yang kuat, Danantara dipastikan tetap membuka diri untuk berkolaborasi dengan pihak swasta maupun investor global. Langkah ini diambil untuk memenuhi porsi ekuitas (equity portion) dalam proyek-proyek berskala besar agar beban pembiayaan tidak hanya ditanggung oleh entitas negara.
Skema kerja sama dengan mitra strategis ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang lebih luas bagi perekonomian domestik, sekaligus mengakselerasi realisasi investasi di sektor-sektor produktif.
Reorientasi Peran Dividen dalam Postur APBN
Di sisi lain, kebijakan pengelolaan hasil usaha Danantara dipastikan mengalami penyesuaian. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa dividen dari Danantara tidak diproyeksikan masuk sebagai setoran penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2026 dan 2027.
Pemerintah menilai kontribusi lembaga pengelola aset negara tersebut tidak lagi hanya diukur dari seberapa besar dividen tunai yang disetor langsung ke kas negara. Sebaliknya, indikator keberhasilan Danantara diarahkan pada sejauh mana optimalisasi aset jumbo yang dikelola mampu menggerakkan sektor riil.
Melalui optimalisasi aset tersebut, Danantara diharapkan dapat mengakselerasi penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kapasitas produksi barang dan jasa nasional, serta menjadi jembatan bagi masuknya investasi swasta untuk menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi di tengah masyarakat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post